Last Year

Besok ^^

Sengkang, 9 Mei 2011

Hai kamu !!
Iyah, kamu…

Kamu tau tidak, tanggal 10 mei itu ? hehe… iya tanggal lahirmu.
Besok 10 Mei bukan, okeh… aku akan menceritakan sesuatu untukmu.

15 tahun yang lalu, pada tanggal ini ibumu dan ayahmu sedang menikmati angin sore di teras rumah ibu ayahmu. Nenekmu. Ini bukan kemauan mereka, tapi itu kemauan embrio dalam perut ibumu. Yah, embrio itu adalah dirimu.
Saat itu ibumu telah mengandungmu selama 9 bulan. Mereka telah menunggu hari di mana kamu akan keluar melihat indahnya dunia. Mereka juga sedang menebak-nebak apakah jenis kelaminmu. Apakah itu wanita atau pria.

Apa kamu tahu ? nenekmu saat itu sangat senang ketika tahu ibumu sedang hamil. Ia seakan ingin melihatmu lebih cepat dari yang kau bayangkan. Ia ingin melihat cucu barunya itu. Setiap hari nenekmu dengan sabar mengurus kamu dan ibumu, nenekmu tak pernah merasa lelah untuk menunggumu keluar.

Ibumu ? tentu saja ia sangat senang. Anak pertamanya akan segera keluar. Ia tak peduli akan betapa susahnya nanti bila kau akan keluar ataupun ibumu tak pernah berpikir ia akan melewati masa-masa sulit ketika proses pengeluaranmu.

Ayahmu ? kk~ ia sangat khawatir dengan ibumu dan tentu saja padamu. Dan aku akan memberikanmu sebuah rahasia. Ayahmu sangat bersemangat ketika ibumu sedang ngidam, karena kemauanmu. Entah kamu mau makan rujak ataupun nasi goreng special bikinan koki ternama tahun itu –yang mungkin tak pernah ayahmu dapatkan-

Maka dari itu, aku ingin memberikanmu sebuah nasihat. Besok… setelah kamu bangun pagi, tersenyumlah dan peluklah kedua orang tuamu. Entah kau belum mandi, mereka tentu saja akan menerimamu. Ciumlah kedua orang tuamu dan katakanlah

“Terima kasih ayah ibu…” bila mereka bertanya kamu begitu. Jelaskanlah semuanya.

“Ibu, Ayah… hari ini adalah hari kelahiranku. Dan aku patut berterima kasih pada kalian serta nenek yang telah tiada. Tanpa kalian aku tak bisa lahir” ucapkanlah pada mereka. Dan jangan biarkan mereka menangis, karena bila mereka menangis, itu berarti kalian telah melukai perasaan mereka. Ataukah bila mereka menangis. Katakanlah.

“Ibu, ayah… jangan menangis. Aku tak ingin tangisan suci kalian jatuh ke tanah bumi ini” Bila besok kamu telah mengatakannya pada orang tuamu. Maka, aku yakin di hari kedepan orang tuamu akan sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu.

10 Mei juga sangat berarti padaku. Karena tanpa tanggal itu kamu tak akan bisa lahir bukan ? dan itu berarti aku tak pernah akan bisa bertemu denganmu. Seorang anak perempuan yang berhati cukup dingin hehe. Jangan bingung dulu.
Kenapa aku mengatakan, kau berhati dingin ? itu karena, selama ini kau cuek dengan sekitarmu. Kamupun jarang menangis, malah aku tak pernah melihatmu menangis. Hei, aku ini anak perempuan yang dekat denganmu… aku tak keberatan melihatmu menangis ataupun meraung-raung di depanku. Karena setiap bulannya aku seperti itu di depanmu hehe.

10 Mei 1996 itu…

Bersyukurlah kamu, karena kamu di berikan umur panjang oleh Allah. Sudah 15 tahun kamu hidup, dan juga umurmu telah berkurang. Tak banyak anak seperti kita yang berumur panjang. Maka dari itu, besok.. ketika kamu sholat subuh. Banyak-banyaklah bersyukur pada Allah. Ucapkanlah “Alhamdulillah” di setiap doamu.
Hm… aku sudah menyiapkan sebuah hadiah untukmu. Hadiah yang jauh dari kata mahal. Bukan doa, itu adalah benda. Benda yang mungkin, kamu sendiri dapat membelinya dengan mudah. Maaf, aku tak bisa membelikanmu benda yang mahal.
Salah satu hadiah itu, pakailah ketika nanti kita masuk SMA. Karena aku juga memakainya ketika SMA. Aku juga punya yang satu itu, jadi kita kembar, bukan ?

Aku harap, kamu tak menilainya karena harganya. Tapi nilailah benda itu, karena aku memberinya dengan kasih sayangku untukmu. Hadiah itu juga mungkin adalah hadiah terakhirku untukmu. Tapi, semoga tidak.. karena aku akan berusaha mengirimu hadiah untuk ulang tahunmu di tahun-tahun esoknya.

“Umma~” panggilku, kau memang bukan ibuku. Tapi aku sudah merasa dekat denganmu, maka dari itu aku memanggilmu dengan sebutan “Umma~”

Kalau begitu, aku ucapkan

“Selamat Ulang Tahun, Sahabatku yang tersayang…” walaupun ulang tahunmu besok. Aku sudah tak sabar untuk mengatakannya padamu hehe. Tak banyak yang harus kukatakan, tapi aku menyayangimu, sangat menyayangimu.

Sahabatmu,
Nabila. P

Hmm… Saya baru dapat hasil tulisan saya di dunia maya, yang saya tulis pada tahun 2011. Saya copas dari blog lama saya di sini

Ada 3 postingan saya waktu itu, salah satunya yang di atas itu. Jadi keingat masa-masa di Sengkang sama sahabat saya, Siti Khadijah.

Saya sedikit merasa bersalah karena sewaktu bulan mei lalu saya tidak mengucapkan sesuatu yang istimewa kepadanya. Saya takut kalau saya di-cap sebagai sahabat yang lupa akan janjinya.

I know she’s understand, but I can’t lie. I always busy of my lesson in the school.

Udah setahun saya pindah dari Sengkang. Setahun juga nggak pernah liat dia atau teman-teman yang lain. Saya jadi rindu dengan mereka, suasana Kota Sengkang juga.

Then, saya berusaha untuk bisa datang ke sana lagi. Mengunjungi mereka dan melaksanakan reuni lagi. I hope so, and I’ll come if I have a time ^^

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s