Fanfiction: Banana

Judul: Banana

Tag:  -Pria is Lee Hyuk Jae (or maybe your bias)

-Gadis is You

Genre: Romance

Rating: PG-15

Length: One Shot

Catatan:
Cerita singkat ini saya sudah pernah kirim ke email: superjuniorfanfiction@gmail.com sekarang nunggu publish di blognya ^^

Hope you like it guys~ :D  don’t forget to comment!!

“Apa yang ku ketahui tentang pisang?”

Seorang gadis bertanya dengan wajah kesal pada pria yang kini duduk tepat
di hadapannya di sebuah café. Pria itu tengah asyik memandang wajahnya
dengan mulut yang masih berkutat dengan minuman berwarna kuning pucat di
depannya.

Pria itu tersenyum setelah mendengar pertanyaan gadis itu, “Manis.”
Jawabnya singkat. Sekilas gusi pria itu terlihat ketika ia tersenyum. Tidak
tampan, tapi manis. Kesan flamboyan ada di senyumnya itu.

Gadis itu menghembuskan napasnya kesal, ia lalu mengikat rambutnya yang
hitam panjang menggunakan sebuah ikat rambut berwarna kuning menyala,
“Mengapa kau tergila-gila akan pisang?” pertanyaan itu terlontar begitu
saja dari mulut gadis itu.

“Karena pisang itu manis.” Jawab pria itu. Kali ini ia tertawa.

Setelah melihat wajah gadis di hadapannya yang mulai berubah dan
menampakkan ketidak sukaan, pria itu berhenti tertawa. Matanya menatap
gadis itu dengan sangat lembut, “Mengapa kau suka warna kuning?” tanyanya.

Senyuman langsung mengembang di wajah gadis itu. moodnya langsung berubah
180 derajat, sangat cepat, “Warna itu membahagiakanku.” Jawabnya pelan.

Mata gadis itu menatap pria di hadapannya dengan mata yang terbentuk
seperti bulan sabit, memperlihatkan eye smile kebanggaannya. Lalu, pria itu
menarik napasnya pelan dan menghembuskannya segera.

“Pisang berwarna kuning. Mengapa kau tidak menyukainya?” tanya pria itu.

Gadis itu lalu mengembungkan pipinya, membuat pria di hadapannya merasa
gemas ingin mencubit kedua sisi pipi gadis di hadapannya. Too chubby
pikirnya. Senyuman tidak memudar begitu saja di wajah gadis itu.

“Karena aku tidak suka.” Jawabnya tidak membuat pria di hadapannya puas.

Pria itu berhenti menyedot sekumpulan sari buah berwarna kuning di
depannya. Minuman itu adalah jus pisang. Minuman kesukaannya, “Coba kau
rasa!” tawar pria itu.

Ia menyodorkan gelas berkaki yang terbuat dari kaca yang memperlihatkan
warna kuning pucat dari buah pisang itu kepada gadis di hadapannya.

Gadis itu memutar bola matanya kesal, “Tidak akan.” Tolaknya sembari
mendorong kembali minuman itu pada pria di hadapannya. Pria itu kini
menatapnya kesal, lebih tepatnya menyeringai.

“Kau tidak suka karena belum mencobanya bukan?” tanya pria itu membuat si
gadis mengerucutkan bibirnya kesal. Ia tidak bisa berbohong pada pria itu.

“Coba saja.” Tawar pria itu sembari mendorong minumannya ke hadapan gadis
itu untuk kedua kalinya.

Gadis itu menggeleng, “Aku tidak mau.” Jawabnya singkat tapi menunjukkan
ketegasan bahwa ia tidak akan mencobanya walau dipaksa seribu kali pun.

Pria itu kemudian tersenyum, ia tahu bahwa ia tidak bisa memaksa gadis itu.
Terlalu keras kepala, lagipula ini bukan kali pertamanya ia memaksa gadis
itu untuk mencoba memakan atau pun meminum sesuatu yang berkaitan dengan
pisang.

Senyuman mengembang sempurna pada wajah si pria. Ia lalu mengelus puncak
kepala gadis itu membiarkan rambut si gadis berantakan. Hal itu tentu
memaksa si gadis melepaskan ikatan rambutnya, ia tidak keberatan dengan
perlakuan pria di hadapannya. Bahkan ia tersenyum merasakan hangatnya
tangan pria yang mengelus kepalanya saat ini.

“Kau tahu? Aku menyukai dirimu karena kau seperti pisang,” kata pria itu
lalu menarik tangannya dari kepala si gadis.

Gadis itu tersenyum getir. Ia tahu itu. Tapi, ia tidak bisa mengelak bahwa
ia tidak menyukai pisang. Tidak akan yang bisa membuatnya suka dengan
pisang, pria itu sekali pun.

“Dan aku menyukaimu karena kau seperti warna kuning.” Kata gadis itu
tersenyum manis pada pria yang kini menatapnya lembut.

Pria itu tertawa, ia kembali meminum jus pisangnya yang masih memenuhi
gelas berkaki itu. Begitu juga dengan si gadis yang tengah sibuk memakan
cheese cake yang baru saja dibawa oleh pelayan. Mereka kembali sibuk dengan
pikiran masing-masing walau kedua mata mereka saling menatap satu sama lain.

END

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s