Learning…

“ài yuè chí mián, xī huā zăo qĭ”

Pribahasa Cina itu berarti,
“Orang yang suka terlambat tidur adalah orang yang suka melihat bulan purnama, sedangkan orang yang suka bangun lebih cepat pada pagi hari adalah orang yang suka melihat bunga.”

Maksud pribahasanya adalah, “Hobi bisa memengaruhi kebiasaan seseorang.”

Seperti pribahasa di atas, akhir-akhir ini saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengembangkan dan mencoba beberapa hobi baru.

Di antaranya tentu masih ada hobi photography yang membuat saya ‘gila’ dengan terus mencari ulasan tentang teknik memotret dan sebagainya.

Selain itu, ada Tasting Cake dan Belajar Bahasa Isyarat. Untuk tasting cake, awalnya saya bukan tipikal orang yang senang makan kue spons, saya lebih suka makan Ěclair atau Kue Sus yang dibuat oleh seorang pattisier di toko kue favorit saya. Hanya kue sus buatan dia yang buat saya tergila-gila dengan Ěclair.

Ulang tahun Mama saya sudah lewat beberapa hari yang lalu, dan ternyata bapak saya membelikan Rainbow cake sebagai kue ulang tahun mantan pacar beliau *jiaahh*. At least, saya keranjingan makan Rainbow cake. Bahkan, dua hari ini saya berpikir banyak tentang Blueberry cake yang menjadi salah satu campuran rainbow cake. Rasa favorit saya.

Bukan hanya Blueberry cake yang memenuhi kepala saya akhir-akhir ini. Ada juga Ěclair berisi vla alpukat yang entah mengapa nyempil di otak saya -walau saya belum pernah mendengar Ěclair berisi vla alpukat. Really! I want to try to eat it (.___.)

Nah, the most thing that I love to do! Belajar bahasa isyarat. Ketertarikan saya belajar bahasa isyarat bermula dari acara di sebuah televisi yang menayangkan Orang-orang ‘luar biasa’ dengan keterbatasan yang dimilikinya. Dumb.

Walau mereka tuli, tapi aku akui mereka orang-orang yang luar biasa di mata Tuhan. Saya benar-benar tersentuh, bahkan rasanya saya ingin mempunyai teman-teman seperti mereka.

Akhirnya saya pun belajar bahasa isyarat dalam kurun waktu yang sangat cepat. Hanya beberapa jam. Saya belajar pun hanya dibantu oleh akses internet, melalui gambar-gambar tangan yang terbentuk sesuai huruf-huruf isyarat.

Mungkin, banyak orang yang mengira hal yang kulakukan itu -belajar bahasa isyarat- tidak memiliki tujuan penting. Jujur saja, untuk sekarang mungkin tidak punya tujuan. Tapi, saya percaya suatu saat nanti saya bisa mengandalkannya. Entah untuk ‘mengobrol’ dengan mereka atau hal lainnya.

Kemarin, sebelum tidur saya merangkai beberapa kalimat,

“Bahasa isyarat yang kupelajari saat ini memang belum punya arti apapun untuk diriku. Tapi, aku percaya. Suatu saat nanti aku bisa mengandalkannya.”

Adapun yang saya sadari akhir-akhir ini. Kata Belajar bukanlah kata yang mematikan, tapi menyenangkan. Saya senang belajar apapun, entah itu belajar memotret, membuat kue dan belajar bahasa isyarat. Selanjutnya, saya akan mencari hobi lain dan mengembangkannya.

Semakin banyak pembelajaran, semakin banyak pula ilmu dan informasi yang kita dapatkan. (^^)

Catatan:

Dozo, akhirnya kepala saya terisi dan bisa nge-post. Beberapa bulan ini saya down dan masih belum bisa menerima pembelajaran sekolah dengan baik. Saya masih terlena dengan bentuk liburan apapun!

And yeah~ saya tidak boleh terlena. Saya harus belajar walau mungkin bukan hal efektif bagi diri pribadi saya. lol.

“Gonna study hard for your future,” Yeon Yi Choi

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s