Hi Autumn!

Angin bertiup cukup kencang. Ini pertengahan musim gugur, angin tidak begitu bersahabat semenjak datangnya musim panas. Angin ribut datang silih berganti, membuat liburan panas setiap siswa -tak terkecuali diriku terasa membosankan.

Aku suka musim gugur, melihat danphugi yang bertebaran di jalan-jalan Kota Seoul. Hanya saja, angin musim gugur sering menyiksaku. Aku harus menjaga diri dari penyakit flu yang menyebalkan.

Ku rapatkan syal abu-abu pemberian teman kecilku, suara sepatu kets-ku berbunyi menyusuri jalan setapak di taman kecil dekat rumahku. Di tanganku tergenggam kamera merek Canon EOS 55D yang menjadi hadiah terbaik sepanjang masa dari Ayah. Oh yah, Ayah cukup pelit untuk membelikanku barang seperti itu.

    Jepret!
    Jepret!
    Jepret!

Dengan berbagai sudut pandang, ku potret danphugi-danphugi yang berhamburan di jalan. Warna cokelat, orange bahkan merah mewarnai penglihatanku. Mereka sangat cantik, tapi tidak begitu cantik ketika rapuh. Ya, mereka sangat rapuh.

    Noona, ini buatmu.”

Aku terkejut, seorang anak kecil memberiku permen karamel lalu berlalu begitu saja dari depanku.

Ku angkat kepalaku, anak itu menghampiri seorang wanita yang -mungkin saja adalah ibunya. Wanita itu tersenyum kecil padaku, lalu berjalan menjauh dari tempatku kini.

Sebelum mereka benar-benar jauh, aku sempat memotret anak dan ibu itu. Cukup nice, danphugi yang berjatuhan menjadi salah satu faktor keberhasilanku ini. Ah, Johtta! Bila aku bertemu dengan mereka lagi, aku akan memberikan hasil jepretanku ini.

Ku rapatkan mantelku lalu duduk di sebuah kursi panjang yang terdapat di tengah taman, tepat membelakangi pohon maple besar yang sudah ada semenjak aku lahir.

Permen karamel pemberian anak itu ku emut dengan gemas, walau sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan permen karamel, rasanya yang terlalu manis terasa pahit di lidahku.

Angin berhembus dengan kencang, tulangku terasa tersekat dan otot-otot tubuhku menegang. Lagi-lagi aku harus merapatkan syalku.

Beberapa danphugi berjatuhan di kepalaku. Membuatku tertawa kecil, Hei! Bukankah ini lucu? Kepalaku sudah seperti jalan setapak yang dipenuhi danphugi setiap musim gugur datang.

    Drrrttt

Ku rogoh saku mantelku dan mendapati nama teman kecilku pada layar gadget putihku.

    From: Kibum Kim
    Naega toragada. Ppali! Kwigukhada! Naega khaja soseol miguk eso charipda… Ppali!!

Kedua sisi bibirku terangkat, hatiku membuncah senang. Ini dia teman kecilku, dia baru saja pulang dari Amerika. Oh yeah~ musim gugur tahun ini pasti akan menjadi yang terbaik.

Kibum-ah! Gidarilkkae!!

    THE END

P.s:

Danphugi: Daun-daun yang menjadi kemerahan

Isi pesan Kibum: Aku kembali. Cepat! Pulang! Aku akan cerita hidup di Amerika. Cepat!

By the way, saya masih belajar merangkai kalimat dalam bahasa Korea. So, rangkaian kata pesan Kibum -mungkin- masih salah ^^,

Thanks for read, but really… I was so sad that autumn was over. Hiks hiks~ T_T Gidarilkkae Gael!!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Hi Autumn!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s