Naega Johayo Ab Line-ssi

Nama : Xinnu
Judul : Naega Johayo AB Line-ssi
Tag : Yesung (Kim Jeong Woon), Jung Cheol Ri and other cast
Genre : Romance
Rating : PG-15
Length : One Shoot

Andweyo eommonim!! Aku ingin bertemu dengan Yesung Oppa!!

Jwesonghamnida. Yesung sedang sibuk. Jeongmal mianheyo agasshi.”

Jeongmalyo? Geundae, Aku akan kembali beberapa hari ke depan.”

Ne, Jwesonghamnida Agasshi,”

Cheol Ri menonton pemandangan itu dengan wajah yang bingung. Ia merasa
kasihan dengan seorang ibu yang mungkin umurnya sama dengan ibunya saat
ini. Sasaeng seperti gadis tadi sangat tidak sopan. Ia tidak habis pikir
dengan pekerjaan yang mereka buat.

“Ah jwesonghamnida…” ibu itu membungkuk kepada beberapa pelanggannya,
termasuk Cheol Ri.

“Dasar sasaeng aneh,” batin Cheol Ri. Ia tersenyum kepada ibu itu dan
kembali melakukan aktifitasnya. Memilah-milah kacamata yang ia suka.

Kini ia berada di sebuah toko kacamata bernama WHY Style yang dimiliki oleh
salah satu anggota boyband ternama –Super Junior- yang bernama Kim Jeong
Woon alias Yesung. Awalnya memang ia ingin bertemu dengan Yesung, tapi
setelah dipikir-pikir tidak ada gunanya untuk meronta-ronta seperti sasaeng tadi.

Eommonim, ige…” ucap Cheol Ri sembari menyerahkan 2 kacamata yang berhasil
ia pilih kepada seorang ibu yang kemungkinan adalah ibu Yesung.

Ibu itu tersenyum pada Cheol Ri, ia menyebutkan harga yang 2 kacamata itu
dan membungkus kacamata itu di dalam sebuah tas shop berlabel WHY Style.
Cheol Ri membuka tasnya dan mengambil beberapa lembar uang kepada ibu itu.

Fuallah~ akhirnya ia mempunyai 2 kacamata baru. Padahal, ia sendiri jarang
memakai kacamata. Iseng-iseng saja pikirnya.

“Argghh~”

Cheol Ri mengerang kesakitan, tangannya tertarik karena gelang yang ia
kenakan terkait oleh gelang seorang pria. Lengannya sedikit tergores oleh
gelangnya sendiri dan yeah~ itu sakit.

Aigo~ Jwesonghamnida…” ucap pria itu sembari membungkuk padanya.

Ah Ne, Gwencanhayo~” ucap Cheol Ri membalas, membungkukkan badannya.

Lalu ia dan orang itu sibuk untuk melepas kaitan gelang mereka
masing-masing. Sulit, ornament gelang yang mereka miliki memang berbeda
tapi, sama-sama membingungkan karena mempunyai banyak ruas-ruas. Sehingga
sulit untuk membuka kaitannya.

Cheol Ri mendesah, ia menatap jam tangan yang terpasang di lengan kanannya
yang tidak terkait, “Ommo… Kenapa begitu susah?” racaunya kesal.

“Sabar Agasshi, aku juga tidak tahu.” Ujar pria itu sama kesalnya.

“Yesung hyeong! Minggirlah, Para pelanggan tidak bisa ke kasir karena
kalian menghalangi jalannya.” Seorang pria lainnya menegur pria yang
bernama Yesung itu.

Refleks, mata Cheol Ri membulat mendengar nama pria itu. Yesung? Apakah ia
bermimpi? Batinnya. Cheol Ri menggelengkan kepalanya, bukan saatnya untuk
memikirkan itu. Ia harus cepat pulang, adiknya pasti telah menunggunya
pulang sedari tadi.

Aigo~ Mengapa bisa seperti ini?” tanya ibu Yesung yang kini ikut membantu
Cheol Ri dan Yesung untuk membuka kaitan itu di dalam ruangan yang ada di
toko itu.

Yesung menggaruk kepalanya sembari menatap ibunya, “Aku menabraknya
duluan,” jawabnya.

Cheol Ri menarik napasnya perlahan, jantungnya berdetak kencang semenjak
tahu bahwa pria yang menabraknya tadi adalah seorang Yesung. Ia akui,
Yesung memang tampan. Tidak jarang ia melihat jam yang tertera di jam
tangannya. Wajahnya penuh keresahan.

Mianheyo Agasshi,” ucap Yesung untuk kesekian kalinya. Ia jadi ikut resah
karena Cheol Ri yang melihat jam tangannya terus-menerus.

Cheol Ri tersenyum getir, “N…ne.”

Bila saja pria itu bukan Yesung, ia bisa meledak dan marah-marah karena
kejadian tersebut. Ia tidak habis pikir mengapa hal itu bisa terjadi,
padahal peluang terjadinya terbilang sangat kecil atau malah tidak mungkin.

Aigo~ ini sulit.” Racau ibu Yesung membuat kedua orang itu makin resah.

“Ah! Aku membukanya saja, nanti aku akan mengambilnya lagi. Aku harus
pulang sekarang. Otteyo?” tanya Cheol Ri sembari menatap ibu Yesung dan
Yesung bergantian.

Yesung terdiam, lalu ia mengangguk perlahan, “Baiklah kalau itu maumu.”
Ucapnya.

Akhirnya Cheol Ri pun melepas gelangnya itu. Walau sedikit tidak rela, tapi
ia yakin gelangnya pasti akan dikembalikan. Lagipula, tidak ada sejarahnya
seorang artis menjadi penguntit. Apalagi hal itu disaksikan oleh ibu Yesung
sendiri.

Eommonim, aku pulang dulu. Gelangnya, nanti akan ku ambil. Permisi,” pamit
Cheol Ri dan berjalan meninggalkan toko itu.

Di jalan Cheol Ri hanya bisa berlari sembari melihat jam tangannya. Ia
harap adiknya baik-baik saja karena menunggunya sangat lama.

@@@

A Few Days Later

Eommonim, gelang itu…”

“Ah! Agasshi, Jeong Woon sudah mengembalikan gelang itu padamu kan?” tanya
ibu Yesung memotong pembicaraan Cheol Ri. Cheol Ri memiringkan kepalanya
mencerna kata-kata yang keluar dari mulut ibu seorang Yesung.

A…aniyeyo. Belum eommonim,” jawabnya jujur.

Mwoya!? Beberapa hari yang lalu Jeong Woon mengambilnya, ia bilang akan
memberikannya padamu.” Ujar ibu Yesung sembari menatapnya penuh selidik,
takut bahwa dirinya berbohong.

Cheol Ri memijit dahinya dengan pelan, “Jwesonghamnida eommonim. Tapi, aku
benar-benar tidak pernah bertemu dengannya setelah kejadian itu.”

Ibu Yesung mengernyit, “Tidak biasanya ia seperti ini.” racau Ibu Yesung
kemudian memberi kode pada Cheol Ri untuk menunggunya, Ibu Yesung masuk ke
dalam ruangan yang sama seperti waktu kejadian itu.

Tidak membutuhkan waktu lama, beliau keluar dengan handphone yang berada
tepat di telinganya. Sepertinya beliau sedang berbicara dengan Yesung dan
terlihat jelas bahwa beliau sedikit marah dengan kelakuan anaknya yang
cukup aneh itu.

Jwesonghamnida agasshi, dia baru saja akan datang ke sini.” Ucap beliau
sopan.

Cheol Ri mengangguk diam. Ia sendiri malu dengan kedatangannya hari ini.
Bila saja bukan karena gelang mahal itu, mungkin ia tidak ingin datang. Ia
memandang jam tangannya, masih banyak waktu pikirnya. Setidaknya ia tidak
akan terlambat untuk pulang lagi.

Eommonim, Mianheyo. Aku membawa gelangnya,”

Akhirnya, pikir Cheol Ri. Ia pun bergegas menemui Yesung, “Ng, Yesung-ssi.”
Sapanya.

Tangan Cheol Ri bergerak pelan, ia tidak sabar untuk mengambil gelangnya
dari tangan Yesung. Tidak mungkin bagi seorang Cheol Ri merebut gelangnya
sendiri dengan kasar pada seorang pria seperti Yesung.

Jwesonghamnida, ini gelangmu.” Ucap Yesung sembari memberikan gelang itu
pada pemiliknya –Cheol Ri. Yesung tersenyum membuat Cheol Ri sedikit
kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat.

“Ah Gwencanhayo, geundae… Eommonim, Yesung-ssi. Aku harus pu-”

“Aku akan mengantarmu,” potong Yesung lantas membuat Cheol Ri menatap
Yesung tidak percaya.

“Aa… Animnida, aku akan pulang sendiri.” tolak Cheol Ri halus.

Ani, biarkan saja dia mengantarmu. Bukannya kau ingin pulang cepat?” tanya
Ibu Yesung makin membuat Cheol Ri kelabakan.

Yesung tersenyum pada Cheol Ri, “Hm, Otteyo?” tanyanya.

Cheol Ri pun mengangguk, ia menarik napasnya pelan, “Hm… Eommonim, aku
pamit pulang. Gamshamnida~” pamitnya sembari membungkuk sopan. Yesung
melakukan hal yang sama.

“Soal waktu itu, aku minta maaf.” Kata Yesung membuka pembicaraan di dalam
mobil.

Sedari tadi tidak ada satupun suara yang keluar dari mulut masing-masing
kecuali gerakan Cheol Ri yang seakan tidak rileks dan gerakan Yesung
memutar-mutar setir mobil. Cheol Ri sendiri bingung ingin berkata apa pada
bintang idol di sebelahnya itu.

“Hm, Gwencanha.” Ucap Cheol Ri singkat. Ia memandang ke luar mobil dengan
perasaan yang sangat resah. Ia takut suara detak jantungnya didengar oleh
Yesung.

“Kim Jeong Woon imnida,” Yesung menjulurkan salah satu tangannya tepat di
depan Cheol Ri. Cheol Ri menjulurkan tangannya lalu menjabatnya, “Jung
Cheol Ri imnida.”

“Ah, Cheol Ri-ssi… aku tidak tahu pasti rumahmu. Tolong arahkan,” pinta
Yesung.

“Hm, Ne.”

@@@

Eonni, ige namja Syupo Junio Yesung irago?”

Sudah kesekian kalinya Adik Cheol Ri –Byeol Ri- bertanya padanya tentang
pria yang baru saja mengantarnya pulang. Cheol Ri mendesah pelan, “Ani! Kau
berkhayal saja Byeol Ri-ya!” bohongnya.

Byeol Ri menggaruk kepalanya sembari memotong beberapa sayuran untuk makan
siang mereka, “Dia terlihat mirip dengan Yesung Super Junior,”

“Hh~ Hanya mirip Byeol Ri-ya. Sudahlah, lupakan saja namja itu. Cepat
masak, aku sudah lapar.” Tegur Cheol Ri dengan suara yang hampir serak
karena terus berteriak mengelak seluruh pertanyaan adiknya.

Ia tidak mungkin memberitahu adiknya bahwa yang mengantarnya tadi adalah
seorang Yesung. Adiknya punya mulut yang bocor, ia pasti akan
memberitahukan kepada teman-temannya tentang kenyataan yang melanda
kakaknya.

Eonni, Kapan Appa dan Eomma pulang dari Jepang?” tanya Byeol Ri dengan
mulut yang penuh dengan nasi serta kimchi.

Cheol Ri menatap adiknya lembut, “Kemungkinan akhir tahun.” Jawabnya. Ia
pun kembali sibuk mengunyah makanannya sembari memikirkan kata-kata yang
Yesung keluarkan sebelum ia masuk ke dalam rumah.

“Aku bisa mampir ke rumahmu kapan saja kan? Aku pikir kita sudah berteman,”

Ia menggelengkan kepalanya, mana mungkin seorang idol ingin bertamu ke
rumah orang yang tidak terlalu ia kenal. Yesung pasti hanya berbasa-basi.
Lagipula, Yesung orang yang berdarah AB. Kata-katanya terkadang tidak nyata.

Mengapa Cheol Ri tahu? Tentu ia seorang ELF dan ia bukan seorang sasaeng.

@@@

Eonni!! Yesung!! Yesung!! Super Junior!!”

Cheol Ri terkejut mendengar suara teriakan –labil- adiknya di depan pintu
masuk. Ia lalu bergegas mendekati adiknya, benar saja. Seorang Yesung
dengan kacamata hitamnya tersenyum memandangnya.

“Masuklah,” ucap Cheol Ri dengan suara yang sedikit bergetar. Ia sangat
terkejut dengan kedatangan Yesung –tentu saja.

Yesung pun masuk, ia duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Cheol Ri ikut
duduk, ia memandang Yesung dari bawah hingga ke atas kepala. Sedangkan Byeol
Ri, ia mengintip Yesung dari dinding yang membatasi ruang tamu dan dapur.

“Byeol Ri-ya!” pekik Cheol Ri seakan memberi kode pada adiknya untuk
membuat sebuah minuman. Lantas Byeol Ri langsung bergegas ke dapur, ada
sedikit bunyi gertakan-gertakan meja.

“Ada apa Yesung-ssi?” tanya Cheol Ri to the point.

Yesung tertawa pelan, “Aku ingin kau mengantarku ke dorm.” Jawabnya.

Lantas Cheol Ri menepuk dahinya sedikit kesal. Dasar AB-line, batinnya.
Cheol Ri berdiri dari duduknya, “Chamkan…” perintahnya pada Yesung.

Ia lalu masuk ke dapur, berbicara pada adiknya lebih tepatnya berpamitan
untuk mengantar seorang AB-line ke dormnya. Cheol Ri jadi kesal mendengar
jawaban Yesung yang asal-asalan tadi. Sebagai ELF ia harus bersabar bukan?

Kajja~” ia menyuruh Yesung untuk berdiri. Mereka pun keluar rumah, tidak
ada mobil Yesung yang terparkir. Pantas saja, ia menyuruh Cheol Ri untuk
mengantarnya pulang, kembali ke dorm.

“Cheol Ri-ya! adikmu cantik yah,” puji Yesung dengan suara yang kurang
jelas, karena tertutup oleh masker berwarna hitam. Cheol Ri tahu, itu
adalah cara seorang Yesung untuk bersembunyi dari para fansnya.

 “Ne,” ucap Cheol Ri singkat. Ia tidak dalam mood yang baik kali ini.

“Jangan naik bus!” pekik Yesung.

Cheol Ri yang baru saja ingin duduk di halte menoleh pada Yesung dengan
mata yang membulat, “Mwoya?! Dormmu jauh Yes-”

“Jangan ribut! Kau ingin membuat keributan?” Yesung membekap mulutnya,
Cheol Ri menggaruk kepalanya yang mungkin tidak terasa gatal, ia merasa
bingung. Mengapa ia merasa bahwa dirinya yang salah.

Jwesonghamnida…” ucapnya setelah melepas bekapan tangan Yesung dari
mulutnya, ia menundukkan kepalanya berulang kali.

Yesung menganggukan kepalanya, “Geundae. Ayo cepat antar aku sebelum
matahari terbenam.”

Cheol Ri mendecak kesal sembari menatap punggung Yesung yang sudah berjalan
lebih dulu. Kalau saja ia bukan seorang ELF mungkin ia akan memarahi Yesung
karena tingkah lakunya yang terbilang sangat aneh.

@@@

Eonni-ya!! Ppali!! Mengapa eonni bisa berteman dengan seorang Yesung?
Jelaskan eonni!” pekik Byeol Ri setelah melihat kakaknya yang baru saja
masuk ke dalam rumah dengan tubuh yang sangat lesu.

Cheol Ri membekap mulut adiknya itu, “Tunggu sebentar Byeol Ri-ya. Aku
capek, hh~”

Eonni-ya!! Apa kau punya hubungan spesial dengan Yesung Oppa?” tanya
adiknya setelah melepas bekapan tangannya.

“Ssstttt~ sikkeuro!” pekik Cheol Ri kesal kemudian ia berlalu masuk ke
kamarnya, meninggalkan adiknya yang berwajah bingung.

Byeol Ri menggaruk kepalanya, “Isange~

@@@

“Cheol Rinya ada?” tanya Yesung pada Byeol Ri yang membukakan pintu
rumahnya.

Beberapa minggu ini Yesung selalu mengunjungi rumah Cheol Ri dan selalu
saja meminta Cheol Ri untuk mengantarnya ke dormnya. Ini bukan saja hal
yang asyik bagi Yesung, lagipula ia jadi bisa mengobrol banyak dengan Cheol
Ri.

Byeol Ri menggeleng, “Eonni sedang pergi. Bagaimana kalau aku saja yang
mengantarmu oppa?” tawarnya.

Yesung tersenyum kecil, ia menggeleng, “Aniyo… aku hanya ingin bertemu
dengan Cheol Ri.”

“Cih~ memangnya oppa sama eonni ada hubungan apa?” tanya Byeol Ri sembari
mendecak sebal. Ia mengacak pinggangnya dengan ekspresi kesalnya.

Lagi-lagi Yesung tersenyum pada Byeol Ri. Sedikit membuat Byeol Ri
kelabakan untuk melihat senyuman seorang namja idol di depannya kini. Tapi,
setelah menguasai keadaan, Byeol Ri kembali menatap Yesung dengan sebal.

“Anak kecil tidak boleh tahu,” jawab Yesung.

Mwoya! Memangnya spesial yah?” tanyanya kembali. Yesung menganggukkan
kepalanya pelan.

“Oh~ Jinjjayo? chingu? Namjachingu?” tanya Byeol Ri semangat.

Yesung mengedipkan salah satu matanya, “Menurutmu?”

“Kau mau berkata apa huh?”

Tiba-tiba Cheol Ri datang mengagetkan Byeol Ri dan Yesung. Yesung berbalik
menghadap Cheol Ri, sedangkan Byeol Ri meringis menatapnya.

“Cheol Ri-ya! aku-”

“Aku sedang sibuk dan tidak bisa mengantarmu ke dorm.” Cheol Ri memotong
pembicaraan Yesung. Ia sudah bisa menebak tujuan Yesung datang ke rumahnya.

Aniyo. Aku tidak memintamu untuk mengantarku ke dorm. Aku hanya ingin
mengajakmu makan siang di Babtol’s.” ajak Yesung dengan senyum yang merekah.

Cheol Ri menghembuskan napasnya pelan, ia menatap 2 plastik bertuliskan
sebuah brand supermarket ternama dengan bingung. Lalu, ia menggeleng, “Mian…
Mianheyo
Yesung-ssi. Lain kali saja, aku sudah membeli bahan makanan untuk
hari ini.” tolaknya halus.

Yesung terdiam, “Bagaimana kalau aku ikut makan bersama kalian?” tanyanya.

MWO?!” koor dua kakak beradik –Cheol Ri dan Byeol Ri.

“Bagaimana kalau aku mengajak Ryeowook?”  tanya Yesung yang sibuk menonton
TV di ruang keluarga.

Akhirnya Cheol Ri memperbolehkan Yesung untuk makan siang bersama di
rumahnya. Walaupun sebelumnya ia sempat beradu mulut dengan Yesung dan
menolak mentah-mentah permintaannya itu.

Cheol Ri mendecak kesal, “Mian, lain kali saja.” Jawabnya sembari berteriak.

Ia menatap ke arah Yesung yang sedang asyik menonton sebuah acara televisi.
Tidak jarang Yesung tertawa sendiri karena menonton acara itu. Untuk
kesekian kalinya Cheol Ri mendesah.

Eonni-ya, kau sedang ada masalah dengan oppa?” tanya Byeol Ri.

“Masalah? Iya! Masalah besar!!” jawabnya kesal.

@@@

“Apa ini Cheol Ri? Apa Yesung ada di rumahmu?”

Cheol Ri merapatkan handphonenya pada telinganya. Apakah ia tidak salah
dengar? Rasanya Cheol Ri tidak pernah mempunyai teman pria bersuara seperti
itu, lagipula nomor yang menelponnya kini tidak ada di daftar kontak
handphonenya.

“Cheol Ri-ya? Apa ada Yesung di rumahmu?” tanya orang itu lagi.

Aniyeyo. Nuguseyo?” tanya Cheol Ri hati-hati.

Jinjjayo?! Aigo~ Bila kau melihatnya telepon aku yah.” Pinta orang itu
sembari mendesah.

Cheol Ri menarik napasnya pelan, ia harus lebih bersabar kali ini, “Ne,
Nuguseyo?

“Eh, Jwesonghamnida. Aku Ryeowook, Kim Ryeowook.” Jawab orang bernama
Ryeowook itu.

Lantas, Cheol Ri membelalakkan matanya, ia menaruh tangannya pada dadanya
yang rasanya bergerumuh karena detakan jantungnya yang hari ini terasa
tidak normal. Dari mana seorang Ryeowook mendapatkan nomor teleponnya?
Bahkan rasanya ia tidak pernah memberikan nomor handphonenya pada Yesung.

Ia sudah pasti menduga, Ryeowook yang menelponnya adalah Kim Ryeowook
anggota Super Junior. Siapa lagi yang suka mencari Yesung selain pria itu?
pikir Cheol Ri.

“Ah ne, beritahu aku kalau Yesung ada di rumahmu.”

TUT TUT TUT…

Cheol Ri memijit-mijit keningnya, “Aigo~” desahnya pelan.

EONNI-YA!! Yesung Oppa datang!!”

Untuk kesekian kalinya Cheol Ri mendesah hari ini. Ia menghirup udara di
sekitarnya untuk mengisi paru-parunya yang baru saja kosong. Ia
mengelu-elus dadanya pelan. Aku harap ini mimpi, batinnya.

“Yesung-ssi, Ryeowook mencarimu. Tadi, ia menelponku. Kau disuruh pulang.”
kata Cheol Ri pada Yesung yang baru saja ingin masuk ke dalam rumahnya.

Yesung meringis, “Aku tahu, masalahnya aku tersesat. Bisa antarkan aku ke
dorm?” pintanya.

Cheol Ri mengangkat tangan kanannya, “Chankaman…”

Tangan Cheol Ri bergerak luwes di atas layar handphonenya, lalu ia
mendekatkan handphonenya itu pada telinganya, “Ne, Kim Ryeowook-ssi. Ia ada
di rumahku sekarang. Kau bisa menjeputnya? Ya…”

Yesung membelalakkan matanya, “Andweyo!! Tid—”

Ne, di jalan…” Cheol Ri mengangkat jari telunjuknya, menyuruh Yesung untuk
diam.

“Dia sudah ada di jalan.” Ucap Cheol Ri tanpa rasa kasihan pada Yesung yang
wajahnya tanpak sirat keresahan.

Tidak butuh waktu yang lama, Ryeowook sudah tiba di rumahnya. Ia tersenyum
menatap Cheol Ri dan Yesung bergantian, “Geundae, Gomapseumnida Cheol
Ri-ssi.” Ucapnya sembari membungkukkan badannya.

Cheol Ri menundukkan kepalanya, “Ne, Gwencanha Ryeowook-ssi.”

“Yaa! Ige bwoya?” tanya Yesung. Ia masih saja duduk di sofa, tidak mau
mengikuti kode Ryeowook yang menyuruhnya untuk berdiri dan angkat kaki dari
rumah Cheol Ri.

“Kau lupa hari ini kita harus latihan hyeong?” tanya Ryeowook masih dengan
senyum yang mengembang.

Yesung mengacak-acak rambutnya, “Aku tahu, maksudku mengapa kau
menjemputku?” tanyanya.

Ryeowook terdiam, “Kita akan telat hyeong. Ppali!” ucapnya kemudian. Ia
menarik-narik tangan Yesung untuk segera berdiri. Tapi, si pemilik tangan
tidak juga mengikuti perintah Ryeowook.

Cheol Ri dan Byeol Ri yang melihat pemandangan itu hanya menjadi penonton.
Sepertinya mereka baru saja menonton sebuah live show yang menampilkan
anggota Super Junior yang sedang beradu mulut.

“Cheol Ri-ssi, Gomawoyo. Kami harus pulang Annyeong~” pamit Ryeowook
sembari menarik Yesung dengan paksa.

Cheol Ri mengangkat tangan kanannya, “Ngg…”

Eonni, mereka benar-benar kekanak-kanakan.” Ucap Byeol Ri menatap Ryeowook
yang masih menyeret Yesung untuk masuk ke dalam mobil.

“Kau benar juga.” Ujar Cheol Ri sembari tertawa kecil.

@@@

Sudah beberapa bulan semenjak berkenalan dengan Yesung. Cheol Ri memang
sudah merasakan banyak perubahan yang ada di hidupnya karena seorang Yesung
yang tiba-tiba selalu hadir di manapun ia berada. Entahlah, ia tidak bisa
mengungkapkan perasaan yang selalu ia rasakan bila berada di dekat Yesung.

“Cheol Ri-ya. Benar kau tidak ingin memakan gimbap ini?” Yesung mengangkat
sebuah gimbap menggunakan sumpitnya tepat di depan wajah Cheol Ri.

Cheol Ri menggeleng pelan, ia lalu menangkupkan wajahnya pada kedua telapak
tangannya yang bertumpu di atas meja. Ia sedikit frustasi menghadapi
seorang Yesung yang memintanya untuk pergi makan siang bersama di muka
umum.

Beberapa orang melihatnya dan –tentu saja seorang Yesung dengan pandangan
yang beraneka ragam. Tidak sedikit ada beberapa gadis yang memakai seragam
sekolah mengambil gambar mereka menggunakan kamera digital.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yesung dengan mulut yang penuh dengan gimbap.

Lantas Cheol Ri menggeleng. Ia sedang tidak baik! Bagaimana bisa Yesung
makan dengan lahap bila semua orang memperhatikannya? Ini sama saja seperti
membunuh dirinya sendiri. Err bukan untuk Yesung tapi untuk dirinya.

Geundae, kita pulang saja…” ucap Yesung kemudian.

Cheol Ri tersenyum kaku menanggapi ucapan Yesung. Ia jadi tidak enak dengan
Yesung. Padahal kalau dipikir-pikir Yesung baru saja makan siang setelah
beberapa hal yang menyibukkannya. Album baru Super Junior telah dirilis
beberapa minggu yang lalu.

Mian… Jwesonghamnida Yesung-ssi.” Kata Cheol Ri di dalam mobil. Matanya
melirik Yesung yang tengah memegang stir mobil.

Yesung tersenyum kecil, “Anio, gwencanha Cheol Ri-ya,” ucapnya.

Tangan kiri Yesung terangkat lalu mengelus puncuk kepala Cheol Ri dengan
pelan. Cheol Ri menundukkan kepalanya, ia sedikit kaku dengan tindakan
Yesung tersebut. Ia jadi ingat tentang fakta yang mengatakan Yesung sangat
menyukai skinship.

“Lain kali kita ke Babtol’s saja. Ada tempat yang tersembunyi dari
kerumunan orang-orang itu.” kata Yesung kemudian.

Cheol Ri mengangguk patuh. Ia tidak bisa menolak ajakan Yesung kali ini.
Tentang hari ini tentu membuatnya tidak nyaman. Bagaimana bila Yesung masih
lapar? Yesung kan orang yang berperut karet, rasanya ia masih butuh makanan
yang banyak untuk mengisi energi yang sudah terkuras.

“Bila tidak sungkan, kau juga bisa mampir di rumahku untuk makan
Yesung-ssi. Itupun bila kau punya waktu yang banyak,  kalian lagi sibuk
dengan promosi album baru bukan?”

Yesung tersenyum lalu tertawa, “Hm… aku akan datang kapan saja!”

@@@

“Cheol Ri! Kau berteman dengan Yesung?”

“Kau berpacaran dengannya!?”

“Hei, aku melihat fotomu di berbagai situs internet!!”

Berbagai pernyataan aneh dari teman-teman Cheol Ri mulai memusingkannya. Ia
sudah menduga hal ini sebelumnya. Rasanya ia ingin marah dan mengelak semua
pernyataan yang keluar dari mulut mereka itu. Tapi, ia tidak bisa
berbohong. Bagaimanapun juga kejadian dan foto-foto itu benar. Lantas, ia
hanya mendiami semua pernyataan itu.

Sebuah jari mencolek pundak Cheol Ri pelan. Cheol Ri yang sedang duduk
terdiam di bangku taman dekat universitasnya itu pun berbalik, mendapati
seorang Yesung yang terlihat seperti orang lain karena penyamarannya.

Mworagoyo Yesung-ssi?” tanya Cheol Ri to the point.

Yesung lalu menjatuhkan dirinya di sebelah Cheol Ri. Duduk di bangku
panjang itu dengan tampang innocent yang tertutup oleh masker hitam dan
kacamata berlensa bening. Cheol Ri sudah hapal cara pria ini menyamarkan
identitasnya sebagai artis.

Ia membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya itu dengan pelan,
merapikan sedikit rambutnya dan tersenyum manis pada Cheol Ri yang hampir
saja hilang kesadaran. Yesung memang sangat tampan.

“Hanya ingin melihatmu di waktu yang senggang ini.” jawab Yesung santai dan
sedikit serius.

Cheol Ri sedikit terperangah dengan perubahan Yesung yang jarang-jarang
terjadi seperti saat ini. Ia tersenyum, membalas senyuman –tampan Yesung.

“Apa kau tidak dicari oleh Ryeowook?” tanya Cheol Ri.

Yesung menggeleng. Ia menundukkan wajahnya, terlihat sedang berpikir. Mulai
lagi batin Cheol Ri setelah melihat reaksi Yesung yang mulai menampakkan
ketidak warasannya. Rasanya ia ingin berteriak, Kau memang aneh AB-Line~tapi, itu tentu tidak sopan.

“Apa ia menghubungimu sebelumnya?” tanyanya resah.

Aniyo, hari ini kau punya jadwal yah?”

Ani, aku free untuk hari ini. Besok aku akan ke Jepang untuk acara
fanmeeting.”

Cheol Ri terdiam, “Semangat Yesung-ssi!! Aku baru saja selesai kuliah,
bagaimana kalau kita makan siang di rumahku. Sepertinya Byeol Ri sudah
menungguku.” Ajaknya.

Ia sengaja mengajak Yesung. Setelah mendengar penuturannya tentang
fanmeeting besok di Jepang, sepertinya ia tidak punya jam istirahat lebih.
Begitulah seorang artis yang sedang terkenal. Mereka cukup rapuh, lelah dan
letih.

Ani, aku hanya sebentar saja. Ada yang ingin aku katakan padamu,” kata
Yesung menahan Cheol Ri yang baru saja akan berdiri dari duduknya.

Lantas Cheol Ri terduduk dengan wajah yang menatap Yesung penuh tanda
tanya. Tidak seperti biasanya, pikir Cheol Ri menerawang.

“Aku menyukaimu Cheol Ri-ya.” ucap Yesung kemudian.

“Eh!?” Cheol Ri membulatkan matanya. Ia terkejut.

Yesung tersenyum kecil, “Aku jujur Cheol Ri-ya. Aku menyukaimu.”

Cheol Ri masih menatap Yesung dengan pupil yang membesar, ia benar-benar
terkejut dengan pernyataan Yesung yang tiba-tiba. Rasanya ia tengah berada
di alam mimpi saat ini, dan ia memang mengharapkan hal itu.

“Ehmm… kau tidak perlu menjawabnya. Aku tidak meminta macam-macam. Yang
terpenting aku telah memberitahukannya padamu. Konsekuensi menjadi artis
memang begitu berat yah,” racau Yesung.

Senyuman Cheol Ri pun mengembang, ia mengatakan syukur berulang kali di
dalam benaknya. Ia benar-benar menyukai keputusan Yesung saat ini, walau
ada sedikit rasa kecewa yang menjelajar di tubuhnya. Ia juga ingin
mendengar Yesung berkata, “Mau jadi pacarku?” tapi, ini lebih baik pikirnya
lagi.

Gomapseumnida Yesung-ssi. Aku senang dengan pernyataanmu tadi,” kata Cheol
Ri pelan penuh rasa malu. Bahkan saat ini ia yakin kedua pipinya sudah
seperti goguma, berwarna merah dan terlihat manis.

Yesung mengangguk senang, ia lalu mengangkat tangan kanannya dan mengelus
puncak kepala Cheol Ri dengan lembut, “Tunggu aku, di masa depan nanti.”

“Yesung-ssi. Kau perlu tahu, aku menyukaimu juga, bukan menyukaimu sebagai
seorang Yesung. Tapi, seorang Kim Jeong Woon.” Aku Cheol Ri.

“Hmm, Ne aku tahu itu. Ingat janjiku tadi. Beberapa minggu lagi kita
bertemu. Aku harus pulang ke dorm. Ada yang harus ku kerjakan, maaf… Cheol
Ri-ya, aku… aku terlalu sibuk.”

Cheol Ri tersenyum kecil, “Tidak apa. Yang penting aku tahu kau baik-baik
saja dan tidak lupa untuk mengunjungiku nantinya, kalau tidak-”

“Jangan memikirkan yang tidak-tidak. Lalui yang saat ini,” nasihat Yesung
dewasa.

“Hm…” Cheol Ri mengangguk.

Tangan Yesung lalu menyentuh kedua tangan Cheol Ri. Sedikit membuat Cheol
Ri terkejut. Ia mengelus permukaan kulit tangan Cheol Ri yang berwarna
putih susu itu dengan lembut, matanya menatap tangan Cheol Ri. Rasanya ia
tidak ingin pulang ke dorm.

“Cheol Ri-ya. Panggil aku Oppa, umur kita terpaut 4 tahun bukan?”

Cheol Ri tertawa, “Hm, Ne Oppa.”

Lalu Yesung bangkit dari duduknya diikuti oleh Cheol Ri, ia lalu memakai
masker hitamnya sebelum tersenyum manis pada Cheol Ri, “Jaga diri
baik-baik!” nasihatnya.

Matanya membentuk eye smile sembari mengelus permukaan kepala Cheol Ri,
menyisir helai rambut Cheol Ri dengan lembut. Ia benar-benar tidak ingin
berpisah dengan Cheol Ri untuk beberapa minggu ke depan. Baru saja ia
mendapatkan Cheol Ri, secepat itu pula ia tidak merasakan manisnya sebuah
hubungan sederhana itu.

Tangan Yesung memegang tangan kanan Cheol Ri. Kemudian melepasnya, ia
berjalan menjauhi Cheol Ri yang berdiri mematung, menatapnya yang masih
berjalan menembus kerumunan mahasiswa yang berlalu-lalang tanpa menyadari
penyamaran Yesung.

Hembusan napas Cheol Ri mulai kembali normal ketika batang hidung Yesung
sudah tak terlihat lagi dari pandangannya. Ia senang, perasaannya terbalas.
Walau ini menjadi awal yang sulit. Popularitas Super Junior membuat Yesung
sibuk, ia tentu harus merelakannya.

Bagaimana pun juga, itu pilihan Yesung. Lagipula, ini tidak begitu sulit
mengingat ia sudah terbiasa tanpa seorang yang disukainya atau bisa
dibilang tanpa kekasih. Saat ini memang ia dan Yesung tidak bisa dikatakan
mempunyai hubungan spesial. Hubungan mereka biasa-biasa saja tetapi telah
terbumbui oleh perasaan mereka satu sama lain. Cukup simple bukan?

Alarm jam tangan Cheol Ri berbunyi, menyadarkannya yang masih berdiri
mematung di depan kursi taman. Ia lalu menggaruk kepalanya yang terasa
tidak gatal, ia hanya malu dengan kelakuannya tadi.

“Byeol Ri pasti mencariku,” desisnya sembari melangkah menjauhi taman itu.

Langkahnya terkesan lebih ringan setelah mengungkapkan perasaannya yang
sebenarnya. Ia memang seorang fans biasa, tapi semenjak mengenal Yesung
lebih lama ia merasa ada yang aneh dengan perasaannya itu. Bukan rasa
seperti seorang fans biasa. Rasanya lebih.

Ia bukan menyukai seorang Yesung, ia menyukai seorang Kim Jeong Woon.

END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s