Ugly Couple [Fanfiction]

“Kim Kibum!” Panggilku pada pria yang berjalan cukup cepat dengan langkah besar itu.

Ia menoleh sembari membeberkan senyuman pembunuhnya. Uh, entahlah~ itu sebutan orang-orang untuk senyumannya itu.

“Come’n! We will late if you really want to see their performance!” Sahutnya.

Sembari menggerutu aku berlari menghampirinya lalu ku tarik lengannya dengan pelan, “Stop it Kibum, I’m so tired. Delay it till tomorrow.”

Kibum, pria Korea yang ku kenal lewat jejaring sosial itu terdiam. Ia mengalihkan pandangannya ke langit Seoul yang masih sedikit terang walau jam tanganku telah menunjukkan pukul 7 malam.

“But… We still have schedule for tomorrow. I’m sure you’ll regret it.” Ujarnya dengan bahasa Inggris yang fasih.

Ku kerucutkan bibirku, berpikir tentang jadwal yang ia susun mengenai travelingku ke Korea dalam rangka mengunjunginya itu.

“I really tired… You should know that Kibum,”

Tangan kanannya lalu menyentuh puncuk kepalaku dan mengusapnya dengan pelan seakan aku adalah anak kecil yang baru selesai menangis.

“JUMP just performance on the weekend then you’ll be back on Friday. Come’n we are not late yet,” ujarnya sembari mengedipkan mata kirinya.

Nafasku terhembus pelan saat Kibum menarik pergelangan tanganku, menuntunku berjalan menuju sebuah gedung teater yang kelihatannya masih beberapa blok dari tempatku kini.

“Kibum… Where is…”

“Sssttt.” Ia menempelkan jari telunjuknya tepat di depan bibirku. Lalu berjalan memasuki sebuah rumah yang cukup besar di kawasan perumahan elit.

Benar-benar aneh. JUMP tidak mungkin mengadakan performnya di rumah seperti istana. Mereka mempunyai home theater sendiri dan aku tahu kawasannya. Tapi ini…

“This is my house, let’s come in and you’ll see the performance.” Ujarnya. Aku menatapnya tidak percaya.

“You take them here? Personal performance?” Tanyaku tidak percaya.

Kibum tidak menjawabku, hanya cengiran kecil yang ia berikan padaku.

Lalu ia menyuruhku duduk pada sebuah bangku di taman rumahnya. Menyarankanku agar tidak bergerak ke mana-mana. Sedangkan ia duduk di sampingku sembari menyilangkan kedua lengannya di depan dada.

“What’s…”

Lantas aku terdiam ketika lampu taman menyala walau keadaan langit masih terang ditutupi awan putih. Kemudian beberapa orang yang tidak ku kenal datang membawa beberapa alat musik. Ekor mataku melirik Kibum yang masih santai, ia seakan tidak menyadari kebingungan yang melandaku.

Beberapa orang itu lalu membungkukkan badannya dan mulai memainkan musik. Hanya musik akustik ringan yang memang menjadi favoritku selama ini.

Tak berapa lama musik pun selesai. Kibum menghadap ke arahku, “Well, is it great?”

Aku tersenyum kecil, “It’s your special surprise for me huh?”

Ia tersenyum lebar. Ku layangkan sebuah tinju ke bahunya, mataku menyorotinya sinis.

“I want to play the guitar, special for you dear…” Ujarku kemudian berjalan menuju pemain musik sewaan Kibum.

“Can… I?” Tanyaku sambil menggerak-gerakkan tanganku pada salah seorang pemain gitar. Aku tahu faktanya bahwa tidak semua orang Korea dapat berbahasa Inggris.

Pria pemain gitar itu menyerahkan gitarnya padaku. Aku pun duduk di sebuah kursi yang tiba-tiba telah disediakan oleh para pemain musik itu sebelum mereka meninggalkan aku dan Kibum di taman.

“Ok, they just leave us,” sahutku. Kibum mengedikkan kedua bahunya, “Let’s play girl!”

“Hm… I’ll play the guitar, I’m covering Sungha Jung, the title is For you.” Ucapku lalu memulai permainan gitarku.

Tak berlangsung lama, permainan gitarku telah berakhir dan kini aku hanya bisa terdiam, tersenyum polos pada Kibum.

“Special for me huh?” Sahutnya. Aku terkekeh, “Well, it was not good. My skill…”

“Sssttt~”

“You know, you look so beautiful when you play it,” katanya membuatku tersenyum kecil.

Ia berjalan ke arahku, mengambil gitar dari peganganku dan menarikku ke pelukannya. Aku terdiam, merasakan detak jantungnya yang terpompa dengan kencang.

“Kibum…”

“Can you heart it?” Tanyanya sembari menaruh dagunya di atas kepalaku.

Aku tersenyum kecil mendengar pertanyaannya. “Ssst… I’m still hear it, oh gosh… The heartbeat run fastly isn’t it?”

“You hear that?” Tanyanya sembari memegang kedua bahuku, membiarkanku melihat wajah tampannya dengan sangat jelas dalam jarak yang cukup dekat.

Tawaku pecah, ia menatapku kesal dan melepaskanku dari pelukannya. Bibirnya terkatup rapat, tatapannya kini berubah datar melihatku yang tertawa.

“Oh come’n! I just kidding!”

“You look so ugly when laughing,” selanya membuatku mengerucutkan bibir, “You look so ugly now. Prince ugly~” sindirku.

“Princess and Prince ugly. Oh yeah~ it’s so suitable,” senyumnya merekah kecil.

Ku kembungkan pipiku lalu menarik tangannya, “Let’s eat Udon. I’m so hungry ugly prince, treat me!”

“Wait a minute princess,”

Ia menahan tanganku dan mendekatkan wajahnya ke arahku. refleks aku mundur beberapa langkah, was-was dengan sikapnya.

“Fiuhh~” ia meniup wajahku lalu tertawa kecil, “Dust on your eyes.”

“Husshh… What ya doin’!” Sahutku kesal.

Tiba-tiba ia mencium hidungku secara kilat dan tersenyum kecil melihatku yang kesal. Wajahku mungkin sudah terlihat seperti tomat saking malu dengan sikapnya.

“Your nose look redden, that’s so cute you know,” Katanya.

Ku pegang hidungku lalu mendengus, “I’ve spend so many time here and I feel hungry, that’s way my nose become red.” Alasanku membuatnya tertawa.

“Eng… Udon huh? Let’s go, I’ll never let my princess die,” kali ini ia yang menarik tanganku keluar dari rumahnya.

Bit weird if some people ask me the truth of our relation. We share a love each other, hanya itu memang dan kami tidak pernah mempunyai tanggal pasti mengenai awal mula hubungan ini.

Mani mokgo uri Princess…” Sahutnya sembari tersenyum kecil melihatku memakan Udon.

“Hei! How about JUMP! I do not see their performance!” pekikku.

Kibum menggigit bibir bawahnya, “Sssttt… You will!”

“Ish…” Kesalku membuatnya tertawa.

“Yash! Kim Kibum!”

END

P.s

Hola~ I really back in the middle of my exam with this drabble. How’s? Wanna sequel? Hm… I don’t even think about it. Let’s see, if there is ‘someone’ read it, I gotta think to make the sequel (-,-)

Chaw~ *stuDying~ stuDying~*

4 thoughts on “Ugly Couple [Fanfiction]

    • Ahh… lupa kasih note. Jump itu organisasi drama musikal komedi yang mencampurkan karate dlm unsur performancenya. Jump menjadi salah satu wisata tontonan di Seoul🙂 kurang lebih seperti itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s