I’m SparKyu [Fanfiction]

Seoul, Desember 2012

Mataku terpaku melihat butiran salju yang turun dari langit, beberapa hari ini aku menjadi seorang sasaeng atau penguntit dari salah satu anggota Super Junior, Cho Kyuhyun. Pria itu telah menguasai hatiku semenjak pertama kali ia debut, ketika aku berusia 10 tahun. Waras atau tidak, itu memang kenyataannya.

Aku seorang SparKyu, katakan saja seperti itu. Semua yang ku lakukan hanya terpaku pada satu hal, yaitu dirinya. Aku tidak perlu berbohong atau menjadi munafik dengan mengelak bahwa diriku adalah SparKyu. Everybody know, every SparKyu know. I’m SparKyu.

“Saehee-ya! Ada paket buatmu!” Panggil ibuku. Aku langsung bergegas turun tangga dan mengambil paket yang dikatakan ibu.

Selepas itu aku kembali ke kamar, membuka paket itu secara hati-hati sambil menatap salju yang turun di luar sana.

    Shout your wish and blow it

    Keyla

Kedua sisi bibirku terangkat mendapati sebuah note kecil, Keyla, dia SparKyu asal Finlandia yang telah menjadi sahabat pena maupun sahabat cyber world-ku. Dialah yang mengajariku bahasa inggris lewat video-videonya di youtube.

Mataku yang mulanya terpaku pada note itu teralihkan pada sebuah kotak kecil berwarna cokelat, pelan-pelan ku buka tutupnya dan mendapati serbuk emas yang bertumpuk di dalamnya.

Ku baca notenya kembali lalu ku tutup mataku perlahan sembari menggumamkan permohonanku, “…Perlihatkan aku pada 8 tahun yang lalu, seorang Cho Kyuhyun.” Lalu ku tiup serbuk itu dengan pelan.

Tiba-tiba nafasku tercekat, pikiranku melayang. Semuanya gelap.

@@@

Seoul, Maret 2004

Tanganku bergerak memegang rambutku yang terkuncir dua seperti anak sd. Sebelum berhasil membuka ikatan aneh itu, seorang guru mendorongku memasuki kelas. Mataku terpaku melihat seluruh siswa yang style-nya sangat kuno. Di dalam hati, aku terpingkal-pingkal melihat betapa kampungannya mereka.

Beberapa siswa berbisik-bisik melihatku, ah! Benar. Ku tarik ikatan aneh itu sehingga rambutku terurai sebahu. Well, rambutku tidak kuno.

“Tampannya!” Pekik seorang siswi, aku terpaku. Apa dia bilang? Tampan?! Jadi, ini alasannya rambutku terikat seperti anak sd? Aku baru sadar, pada zaman seperti ini sudah ada wanita yang tampan.

“Perkenalkan dirimu,” suruh seorang guru yang bernama Tan Eun Sung.

“Ehm… Nama saya…” Ku lirik name tag-ku, “Go Han Joo, senang berkenalan.” Dan aku berasal dari masa depan untuk menemui idola bernama Cho Kyuhyun, gila! Aku hampir saja keceplosan.

“Ya, nona Han Joo, silahkan duduk di sana.” Suruh guru itu, tangannya menunjuk ke arah bangku kosong di dekat jendela.

Aku pun melangkah dengan tegas menuju kursi itu. Mataku membulat mendapati seorang siswa bermata sipit yang duduk tepat di belakangku. Cho Kyuhyun. Lantas senyumku mengembang.

I got you babe…

Tak perlu banyak bicara, aku hanya ingin melihatnya bukan? Permohonan itu benar-benar terkabulkan.

“Ouch…” Aku merintih ketika Kyuhyun menarik rambutku yang telah kukuncir ke belakang.

“Kyuhyun-ah,” gumamku sembari melihatnya. Jelas sekali, bahkan ketika fanmeet pun aku tak dapat melihatnya sedekat ini.

Matanya membulat, “Dari mana kau tahu namaku?”

Aku tersenyum kecil, “Name tag, seharusnya kau sadar itu.” Kataku sembari menunjuk name tagnya. Ia menggaruk kepalanya lalu bersandar di kursi. Ku palingkan wajahku kembali ke depan kelas, menahan tawa mengingat wajahnya tadi.

“…Jadi, siapa yang ingin mencoba mengerjakannya?”

Tiba-tiba Kyuhyun mengangkat tangan kananku. Guru itu pun tersenyum ke arahku, mau tidak mau aku maju ke depan mengerjakan soal kimia yang menurutku tidak terlalu sulit karena di sekolahku -yang nyata aku telah melewati bab itu.

“Eng… Selesai.” Kataku lalu kembali duduk setelah sebelumnya aku tersenyum penuh arti pada Kyuhyun.

“Kau benar-benar kekanak-kanakan.” Gumamku.

“Apa?” Tanyanya. Aku menggeleng dan kembali sibuk mencatat di buku catatan pemilik buku yang tengah ku pinjam raganya ini.

Tak berapa lama bel istirahat berbunyi, seorang siswa menghampiriku, “Aku Jung Chuno, sebagai ketua kelas aku harus mengajakmu mengelilingi sekolah, bagaimana?” Tanyanya.

Aku mengangguk, menyetujui ajakannya tersebut.

“Chuno-ya, biar aku saja!” Ku tarik nafasku secara brutal ketika seorang Cho Kyuhyun berkata seperti itu.

Ekor mataku meliriknya, Jung Chuno mengiyakan ajakan magnae evil itu secara cuma-cuma. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, ini anugrah namanya.

“Ya! Aku merasa aneh denganmu,” ujarnya sembari melangkah besar keluar kelas. Aku menatap punggungnya dengan senang, bahkan kali ini aku bisa melihatnya secara nyata!

“Yaa!!” Panggilnya sembari menatapku curiga. Aku terperangah, “Apa?”

Tiba-tiba senyumnya mencekamku, “Kau menyukaiku yah?”

Lantas aku tertawa, bukan menyukaimu! Aku menggilaimu, dasar Cho Kyuhyun evil! “Tentu saja tidak.” Bohongku.

“Ayo cepat, perlihatkan aku toilet! Aku ingin ke sana.” Kataku sembari mendorong bahunya. Ia pun kembali berjalan. Ternyata benar, ia memang siswa nakal di sekolah -walau otaknya sangat encer. Lihat saja kelakuannya, sangat menyebalkan!

Senyumku kembali merekah menyadari benda kecil bernama handphone di saku jas yang ku pakai ini, lalu aku mengambilnya dan mengecek fitur-fitur kunonya.

Ku arahkan handphone itu ke arah punggung Kyuhyun, “Kyuhyun-ah!” Panggilku dan Click! Aku memotretnya ketika berbalik, bila saja ia tidak ada di depanku, mungkin aku telah berteriak saking gemas melihat wajahnya yang tampan itu.

“Apa yang kau lakukan huh? Cish, aku tahu kau mengagumiku sejak melihatku pada pandangan pertama.” Katanya membuatku terkekeh, “Tidak, aku hanya mencoba fitur ini. Well, kau tampan juga.” Kataku lalu memasukkan handphone itu kembali ke dalam saku.

Langkahnya berhenti, ia membalikkan badannya ke arahku dan mendekatkan wajahnya, “Bilang saja kau tertarik padaku.”

Aku terperangah, lalu kembali bersikap santai. “Kau akan menjadi orang yang dikagumi orang.” Kataku kemudian.

“Apa?”

“Lupakan, aku ingin ke toilet!” Ujarku, ia pun kembali melangkah.

“Ini kantin, yaak! Setelah ini kau harus mentraktirku eo?” Pintanya sambil menunjuk kantin dan kembali berjalan.

“Enak saja, dasar maniak game!” Hardikku membuat langkahnya kembali terhenti.

“Maniak game? Mengapa kau mengetahuinya?” Tanyanya sembari menatapku sinis.

“Anggap saja aku cenayang.” Jawabku asal. Matanya membulat, “Ah! Pantas saja aku merasa aneh padamu.”

“Mana toiletnya?” Tanyaku mengalihkan topik aneh itu. “Kau kan cenayang, kau pasti tahu.” Jawabnya, ku menggigit bibir bawahku kesal. Dia memang pintar.

“Cish… Aku tetap manusia biasa.” Sahutku. Ia tertawa terpingkal-pingkal, “Cenayang bodoh!”

“Dasar maniak game, dasar Jajang… Errggghhh…!” Aku menggertak sebelum mengatakan jajangmyeon, mie favoritnya.

“Apa? Kau pasti mau bilang Jajangmyeon, iyakan?”

“Sudahlah, aku ingin ke toilet!” Kataku setelah melihat papan toilet dari kejauhan.

Lama-lama bersamanya membuatku tidak tahan untuk menceritakan bagaimana rupanya di masa depan.

@@@

Ku tatap matanya dengan pikiran kosong. Yang ada di hadapanku kini seorang Cho Kyuhyun! Cho Kyuhyun bermata sipit!!

“Kau menyukaiku huh?”

Aku menggeleng, mengalihkan pandanganku ke arah jajangmyeonnya. “Kau tahu, mungkin aku wanita paling beruntung.”

“Karena berhasil makan bersamaku di kantin kan? Aku tahu itu, seharusnya kau bersyukur karena aku merasa tertarik untuk berteman denganmu.” Jelasnya membuatku mengarahkan tatapan sinis.

“Kau akan selalu menjadi dirimu sendiri, kecuali di depan kamera.” Ujarku membuatnya berhenti memasukkan jajangmyeon ke dalam mulutnya.

“Tentu saja, di depan kamera kau harus bersikap keren.”

“Hm… Tapi itu malah membuatmu hilang di tengah para hyung-mu,” lanjutku menumpahkan seluruh kekesalanku ketika melihatnya diam di depan kamera, berbeda dengan anggota Super Junior yang lain.

Ia terkesiap, “Aku tidak punya kakak laki-laki.”

“Memang tidak, jadi tidak usah kau dengarkan bualanku tadi.” Sahutku. Ia terdiam, menatapku serius.

“Kau benar-benar seorang cenayang?”

“Kau masih mempercayai sosok santa?”

Lagi-lagi ia terkesiap, “Tidak.” Jawabnya membuatku tertawa, “Anggap saja aku santa, Kyuhyun-ah, setelah kejadian ini kau harus terbiasa tanpa kehadiranku. Aku bukanlah aku, anggaplah aku seorang santa yang memasuki jiwa tubuh ini.”

“Apa maksudmu? Kau tidak waras yah?”

“Yah, sampai di sini kita mengobrol. Aku senang melihatmu secara nyata ketika kau berumur 16 tahun. Kau tahu, sebenarnya kita berbeda 8 tahun. Ah~ lupakan, aku ke kelas duluan.” Pamitku.

Tiba-tiba ia menahan tanganku, “Kau gila?” Tanyanya skeptis.

Aku tersenyum kecil, melepas tangannya dan kemudian berjalan menjauhinya. Aku tidak dapat berlama-lama di dunia ini.

Di kelas aku bersandar di meja sambil menatap ke arah jendela. Aku ingin kembali ke duniaku dan tak ingin terlalu larut berada di masa lalu.

Ku tutup mataku perlahan, lalu pikiranku kembali melayang. Selamat tinggal Cho Kyuhyun kecil.

@@@

Kyuhyun menatap Han Joo yang tertidur lelap, guru Bahasa Inggrisnya tidak datang mengajar membuat kelas gaduh. Di dorongnya kursi Han Joo hingga gadis itu terbangun.

“Ah, aku di mana!?” Pekik gadis itu sembari menatap kelas dengan aneh.

“Han Joo-ya, kau kenapa?” Tanya seorang siswi. Han Joo menatap siswi itu bingung, “Aku di mana?”

“Di sekolah, kau ini mengapa?”

Han Joo menggaruk kepalanya, “Ah tidak-tidak.”

Kyuhyun yang melihat perubahan pada diri Han Joo terkesiap. Matanya menyipit mengingat kata-kata Han Joo di kantin tadi. Mungkinkah?

@@@

Seoul, Desember 2012

Mataku menyipit mendapati suasana kamarku kembali. Syukurlah~ aku kembali. Ku tutup kotak berisi serbuk ajaib pemberian Keyla dengan pelan, “Thank You~” sahutku lalu menaruhnya di bawah kasur.

Tiba-tiba suara gadgetku berbunyi, beberapa pemberitahuan dari teman-teman SparKyu-ku membanjiri pesan masukku.

    Berita baru dari Kyuhyun di Strong Heart!! Cek beritanya

Ku langkahkan kakiku menuju meja belajar, menyalakan laptopku dan mengecek berita Kyuhyun di internet.

    Cho Kyuhyun mengungkapkan pengalaman mistisnya bertemu dengan jiwa cenayang di Strong Heart

END

P.s

Say that I’m crazy!! Yaaaa~ 2 days before the exam finish. This fanfiction dedicated to the SparKyu in the world Lol. Actually I’m not an SparKyu, but I don’t know~ I gotta think of him today. So sorry if this ff is not tidy.

And thanks for Jay Chou who inspired me. The another inspiration, some movies; Secret Room, 13 to 30 and Faith.

One thought on “I’m SparKyu [Fanfiction]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s