Loneliness

Seorang gadis terduduk di depan balkon kamarnya, matanya menatap lurus ke arah langit lalu beralih pada jalanan padat di bawah gedung aparte keluarganya. Pikirannya terus mengomel mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalahnya akhir-akhir ini.

Kemudian kepalanya bergerak. Tatapan matanya beralih pada sebuah pulpen di atas meja belajarnya. Gadis itu mengerti, ia memang tipikal gadis yang sulit untuk jujur pada dirinya sendirinya sendiri. Ia gadis keras kepala yang lebih suka memendam rasa.

Lalu tangan kanannya meraih pulpen itu sedangkan tangan kirinya membuka sebuah buju bersampul cokelat. Nafasnya memburu seakan ia sedang gugup karena mengikuti sebuah perlombaan bergengsi. Baiklah! Aku sedang berasa di dalam sebuah perlombaan!! Oceh pikirannya membuat senyuman tipisnya merekah. Bahkan, kali ini pikirannya menghiburnya.

SRET SRET

Gadis itu mulai menulis, lembar diary-nya mulai ternoda oleh tinta merah kesayangannya.

“Siapa saja! Tolong aku keluar dari lingkaran kesunyian ini!! Biarkan aku bebas seperti burung merpati yang dapat terbang di atas langit! Biarkan aku terbang!! Bebaska aku sekarang juga!!”

-Dedicated to myself who always feel lonely.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s