Goodbye My Love

Aku terdiam. Tidak ada satu kata pun yang dapat terucap oleh kedua bibirku. Lidahku kelu seakan baru saja merasakan sesuatu yang sangat manis. Pahit.

Hatiku tertegun, lubang yang semulanya kecil, membesar hingga membolongi setiap sisi hatiku. Rasanya sakit.

“Cause I don’t wanna see you. Not for today, not for forever.”

Aku mendengus, mengeluarkan semua rasa lelah yang telah tercipta oleh ingatan buruk semasa itu. Kata-kata yang pahit terus terpikirkan oleh otakku. Lelah dan jenuh tertanam untuk beberapa hari di relung hatiku. Rasanya lebih sakit lagi.

“Donghae-ya, stop it! Stop to love me… don’t force me and let me go!”

Kata-kata itu sangat menyiksaku. Disaat aku membutuhkan seseorang, gadis itu malah mengakui kesalahannya dan meninggalkanku sendiri bagai anak hilang tanpa kasih sayang.

“Maaf Donghae, aku punya affair dengan seseorang. Aku hanya memanfaatkanmu… maaf Hae-ya.”

Bukankah dunia ini terlalu menakutkan? Bukankah cinta itu terlalu indah untuk didefinisikan? Aku mencintainya, tapi dia tidak merasakan hal yang sama. Rasanya sakit, egois dan mengecewakan.

“Donghae-ya!! Donghae!! LEE DONGHAE!! Hentikan!”

BYURRR!!

Ketika cintaku mati, akupun ikut mati. Bukankah sungai Han itu lebih baik daripada daratan Seoul? Selamat tinggal Cinta.

END

P.s: It’s my second angst fanfic. Maybe you’ll not understand the plot cause it’s too neat but yeah~ i can’t let the imagination fly~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s