Wisata Laut Dan Pulau Makassar

Wah, akhir-akhir ini saya terlena dengan dunia maya dan akhirnya kembali tersadar oleh teguran-Nya. But, today saya nggak mau cerita tentang hal sensitive itu. Kali ini saya ingin menceritakan liburan menyenangkan di awal tahun kemarin.
Pada tanggal 2 Januari 2013 saya dan keluarga berkesempatan mengikuti wisata laut hingga ke Pulau Makassar.

Sekitar jam 2 siang, saya sudah berada di Pantai Kamali untuk menaiki sebuah kapal mesin yang di salah satu sisinya bertuliskan kalimat Go Ahead.

Kala itu matahari cukup terik walaupun angin bertiup cukup kencang. Beberapa menit kemudian, kapal pun bergerak membelah sisi lautan Baubau nan eksotik.

image

(Pemandangan pelabuhan dari Pantai Kamali)

Cukup menyenangkan, angin sepoi-sepoi dan beberapa teman baru yang mudah bergaul menemani perjalanan saya.

Kapal melewati beberapa destinasi wisata Kota Baubau seperti Wantiro dan sebagainya. Tak berlangsung lama, kapal pun berlabuh di sebuah pulau bernama Pulau Makassar.

image

(Pintu masuk Pulau Makassar)

image

(Salah satu sisi pelabuhan mini Pulau Makassar, kapal-kapal kecil atau klotok terparkir rapi)

Mengapa pulau itu bernama Pulau Makassar? Nah, ada beberapa informasi yang saya dapatkan dari teman-teman saya.

Satu cerita mengatakan, pada zaman Kesultanan Buton ada banyak tawanan dari Makassar yang dihukum mati di pulau itu, sehingga pulau itu dinamai Pulau Makassar untuk mengingat tawanan kesultanan Buton itu.

Cerita kedua menyebutkan bahwa Pulau Makassar adalah pulau yang sebenarnya terletak di perairan Makassar. Namun, pulau itu ditukar dengan Pulau Laelae sehingga orang Buton menamainya dengan Pulau Makassar.

Soal cerita di atas, saya lebih mempercayai cerita pertama. Karena saya mendengarnya langsung dari guru muatan lokal di sekolah.

Kembali ke liburan saya. Di sana, sang guide mencari rumah Pak Imron. Namun, orang yang dicari tak kunjung ditemukan. Makan siang pun tidak terlaksana dengan baik.

Sekitar pukul 4 kapal pun mulai bergerak, kembali pulang ke Baubau. Pemandangan yang disuguhkan pun sedikit berbeda disertai beberapa masalah yang tiba-tiba datang. Hujan turun ketika kami melewati Wantiro, ombak pun bergerak menyerbu kapal. Jet lag, saya mengalaminya namun hanya sementara karena udara yang pengap di dalam lumbung kapal.

image

image

(I love the second pic :3)

image

Dan pukul 5 kapal pun terparkir di Baubau. Perjalanan yang menyenangkan, namun saya tidak bisa merangkainya dengan baik saat ini. Yah, mungkin saja postingan saya berguna bagi orang-orang yang ingin menikmati wisata di Baubau ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s