Return

Oppa…”

Yubin terdiam, tatapan lembutnya berubah datar melihat pemandangan di hadapannya kini. Tubuh pria yang sudah disayanginya itu tengah memeluk seorang wanita, wanita yang sialnya adalah temannya sendiri. Yang Eunji.

Mengetahui hal itu, Kyuhyun langsung melepas pelukannya. Tatapannya berubah kaku melihat Yubin berdiri di hadapannya. Begitu pula dengan Eunji. Mereka menunduk, memikirkan kejadian yang akan terjadi selanjutnya.

Eo… teruskan saja.” Sahut Yubin dingin kemudian melangkahkan kakinya menjauhi dua manusia itu.

Bohong bila hatinya tidak sakit. Bohong bila ia tidak ingin menangis, merutuki dua manusia yang kini terlihat seperti setan brengsek di matanya. Sungguh, ia sudah lelah untuk memperingatkan Kyuhyun agar menjaga jarak dengan gadis itu.

Yang Eunji, gadis itu adalah temannya. Dan ia menyesal untuk mengindahkan seluruh sifat gadis itu dan menggaetnya sebagai teman. Seharusnya ia mengikuti sahutan teman-temannya untuk tidak berteman dengan gadis penggoda itu.

“Yubin-ah!!”

Yubin mempercepat langkahnya. Suara yang sangat tidak asing di telinganya itu, entah mengapa membuat air matanya keluar. Jantungnya berdetak tidak karuan, rasa sakit itu menyeruak hingga ke dadanya.

“Yubin!”

Dengan sigap tangan kekar itu menarik pergelangan Yubin dan menggenggamnya kuat. Yubin meringis, ia menghapus air matanya dan menatap Kyuhyun dingin.

Hajima… sudah aku lihat sendiri. Aku tidak mencintaimu oppa, pergilah.” Ujar Yubin mencoba untuk menahan air matanya kembali.

Ia tidak ingin terlihat lemah oleh siapapun kali ini. Sebagaimana ia selalu merutuki cerita-cerita angst romance yang dibacanya. Benar-benar sakit, kini ia mengerti mengapa para tokoh cerita itu merasa dilema ketika ditinggal oleh kekasihnya.

Genggaman Kyuhyun mengendur, ia menundukkan kepalanya, merutuk hatinya yang kini telah berpindah ke hati Eunji. Kang Yubin, gadis itu, ia telah menyakitinya.

Uri… geumanhae.” Ujar Yubin sembari menghembuskan nafasnya pelan. Ia menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun lalu berjalan cepat meninggalkan pria itu.

Sekarang, ia harus menata hidupnya menjadi lebih baik dan melupakan dua manusia itu secepat yang dapat ia lakukan.

@@@@

Yubin mengunyah kimbapnya tanpa minat di kantin kampus. Matanya menatap kosong ke arah taman yang berada tepat di luar kantin. Beberapa hari ini ia memang sering melamun, hatinya belum tertata sempurna semenjak kejadian menjengkelkan itu.

Matanya membulat, tatapannya tiba-tiba mengarah pada dua sejoli yang sedang berjalan di taman itu. Dadanya sesak, sesaat itu pula ia meninggalkan kantin dan berjalan entah ke mana, tanpa tujuan.

BRAKKK!

Yubin mengaduh, tubuhnya terhempas di koridor akibat menabrak seorang pria. Di dalam hatinya, ia merutuk. Sial benar hari ini!

Jwesonghamnidajwesonghamnida.” Ucap Yubin berkali-kali. Kini ia telah berdiri, membungkukkan badannya berulang kali pada pria yang ditabraknya.

Aniya aniya, tidak apa-apa.” Sahut pria itu sembari tersenyum. Mata pria itu lalu membulat, “Kau Yubin?”

Yubin mengangguk, menyunggingkan senyuman yang hampir hilang di wajahnya sejak beberapa hari yang lalu. “Kau siapa?” Tanyanya kemudian.

“Kim Young Woon! Kangin, apa kau mengingatku?”

Yubin menepuk pahanya, “Sunbei! Orenmaniyeyo,”

Kangin, pria itu tersenyum memperlihatkan eyes smilenya. “Sini kau hobae nakal!” Ujarnya lantang sembari menjitak kepala Yubin lembut.

Sunbei, kapan kau tidak kasar lagi eo? Bagaimana kabarmu? Dan mengapa bisa kau ada di sini?” Rentetan pertanyaan Yubin membuat Kangin tersenyum, ia lalu menarik pergelangan tangan Yubin dan membawanya ke tempat yang lebih nyaman untuk bercerita.

“Kabarku baik, aku ke sini karena ada beberapa keperluan dengan beberapa profesor. Kau, kenapa kau terlihat kurus?” Tanya Kangin, matanya bergerak memperhatikan tubuh gadis itu. Kini mereka sedang berada di taman kampus, terduduk di sebuah kursi panjang yang berada tepat di bawah pohon.

Yubin mengerucutkan bibirnya, “Akhir-akhir ini aku tidak memperhatikan makanku, banyak hal yang ku pikirkan. Dan kau, sunbei, perutmu membuncit.”

Kangin tertawa. Ia menepuk-nepuk perut buncitnya bangga, “Aku sedang menjalani diet.”

“Diet? Daebak! Aku harap itu membantu perut buncitmu.” Tawa Yubin pada akhirnya. Ia patut bersyukur atas kehadiran pria itu yang mampu membuatnya kembali tersadar akan duania nyata.

“Yubin!”

Wajah Yubin menegang, sosok Kyuhyun tengah berdiri di hadapannya, menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan dengan kata-kata.

U…waeyo?” Tanya Yubin bergetar, ia terkejut ketika pria itu menariknya berdiri.

“Yaa!! Apa yang kau lakukan eo? Jangan kasar terhadap wanita!” Teriak Kangin lantang sembari menarik Yubin ke sisinya.

Sunbei, hajima… suaramu lantang sekali. Dia bukan orang jahat kok.” Sahut Yubin berusaha tenang, ia menatap Kyuhyun sembari tersenyum tipis padanya.

“Ada apa oppa? Oh iya, dia Kangin, sunbei ku dulu.” Ujar Yubin bersikap seadanya, lebih tepatnya ia sedang mencoba untuk bersikap seadanya.

“Eo, Aku Kim Young Woon dan kau? Awas saja bila kau bertindak seperti itu lagi pada Yubin. Kau akan berurusan padaku. Arachi?”

Yubin meringis, membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya gusar, ia menjabat tangan Kangin dengan kasar, “Aku Kyuhyun…”

Pria itu hampir saja meneruskan kata-katanya dengan mengatakan bahwa Yubin miliknya, namun ia mengurungkan niatnya itu. Bagaimana pun juga, kini Yubin bukan miliknya dan ia tidak berhak atas apapun yang Yubin lakukan.

“Aku pamit dulu, Yubin… Kangin-ssi. Mianhaeyo.” Pamitnya kemudian berjalan menjauh, sejauh yang dapat ia gapai.

@@@@

Kyuhyun mendesis, menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tidak suka! Entah harus berapa kali lagi ia mengumpat di dalam hatinya setelah melihat kebersamaan Yubin dengan sunbei sialannya itu.

Ia tahu bahwa Yubin masih mencintainya, itu terlihat jelas dari mata gadis itu. Mata yang selalu bersinar ketika menatapnya. Ini jelas salah baginya, tapi memang, dia masih mencintai gadis itu walau Yang Eunji kini menyandang status sebagai kekasihnya.

Dan sialnya ia harus mengakui, ia salah karena tidak dapat menentukan pilihan yang baik dikala itu, hingga Eunji datang, mencurahkan isi hatinya hingga ia memilih Eunji dan mendepak Yubin.

Sungguh, Kyuhyun bodoh! Bisa-bisanya ia mencintai dua gadis pada waktu yang bersamaan. Ini gila! Pekiknya di dalam hati.

Oppa!”

Oppa!!”

Kyuhyun terperangah. Eunji berdiri, mengerucutkan bibirnya dengan kesal, “Oppa, aku sudah lelah memanggilmu berulang kali.”

Mianhae sayang, aku sedang melamun.” Ucap Kyuhyun datar. Ia menarik napas pelan lalu memegang kedua bahu Eunji dengan lembut, “Naega kalkae, aku pulang duluan. Belajarlah dengan baik Eunji-ya.”

Oppa, kau tidak mau mengantarku pulang?” Tanya Eunji kecewa. Kyuhyun tersenyum tipis, “Mianhaeyonaega kalkae.” Pamitnya kemudian berlalu dari hadapan gadis itu.

Sungguh, hari ini pikirannya kacau.

@@@@

Sunbei, terima kasih banyak! Kau benar-benar yang terbaik!” Sahut Yubin sembari mengangkat kedua jempolnya ke udara.

Kangin tertawa, eyes smile pria itu terlihat sangat mengagumkan di mata Yubin. Beberapa hari ini Kangin sering membawanya makan, dan pria itu beralasan bahwa ia ingin Yubin harus mengembalikan berat badannya seperti semula.

Dan Yubin menurutinya, setidaknya itu membawa hal positif untuk hidupnya dan karena pria itu pula ia menjadi lebih sibuk daripada memikirkan hal yang masih meninggalkan lubang di hatinya.

“Eo, itu temanmu!” Ujar Kangin sembari menunjuk ke arah yang berlawanan dari tempatnya kini.

Yubin berbalik, mendapati Kyuhyun dan Eunji yang sedang menatap mereka dengan mata yang membulat. Tiba-tiba dadanya sesak, ia kemudian menampilkan senyuman tipisnya ke arah dua sejoli itu lalu berbalik menata Kangin intensif.

Sunbei, ayo kita ke tempat lain lagi! Rasanya aku ingin menyantap rainbow cake.” Ujar Yubin tiba-tiba. Kangin terdiam, matanya masih mengarah pada Kyuhyun dan Eunji yang terduduk di tempat yang tak jauh dari mereka.

“Kau benar, aku juga ingin makan kue itu.” Keputusan Kangin membuat Yubin bersorak di dalam hati.

“Eo, khajja!” Sorak Kangin lalu menarik pergelangan tangan Yubin dan membawanya keluar dari café itu.

Yubin tahu, keputusannya itu lebih baik daripada harus melihat pemandangan jelek menyesakkan hatinya. Dan ia tahu bahwa Kyuhyun terus memperhatikannya semenjak memasuki café itu.

@@@@

“Biarkan aku masuk!” Teriak Kyuhyun pada Yubin yang masih menatapnya jengah lewat celah kecil pada pintu apartenya.

Yubin tidak melakukan apa-apa, matanya menyorot datar pada pria itu, ia benar-benar tak habis pikir dengan logika Kyuhyun yang tiba-tiba memaksa masuk ke dalam apartenya.

“Yubin-ah… jebal,” sahut Kyuhyun dengan berat. Ia tidak tahu harus berbuat apa setelah pikirannya yang terus memikirkan Yubin.

Ia jengah, lelah dan kesal melihat Yubin yang selalu bersama Kangin semenjak satu bulan yang lalu. Dan entah mengapa, Eunji, ia merasa tak mencintai gadis itu sebagaimana ia mencintai Yubin.

“Apa lagi yang harus kau jelaskan oppa? Lagipula ini aparte seorang wanita, aku tak memperbolehkan pria sepertimu memasukinya.” Jelas Yubin lalu mendorong pintunya.

Chankanman!! Aku akan menunggu…”

Yubin menghela nafas, ia bersandar pada pintu sembari memegang dadanya yang terasa sesak. Jantungnya berdetak tidak karuan semenjak melihat sosok itu di depan pintunya.

Sebuah pesan menggetarkan handphonenya, ia lalu mengambilnya dengan enggan. Ini pasti dari Kyuhyun, tebaknya asal. Dan benar saja, seperti yang duga.

Aku berada di luar…

Yubin lalu membalas pesan itu. Mengirimkan sebuah kata singkat untuk menyuruhnya pulang. Kyuhyun bodoh, ia tahu, sebutan itu pantas untuk pria itu.

Setengah jam…

Satu jam…

Dengan gontai Yubin berjalan menuju pintu apartenya dan menengok ke luar lewat bundaran kecil di bagian atas pintunya. Nafasnya tercekat, Kyuhyun terduduk bersandar di pintunya.

“Kau bodoh!” Umpat Yubin lalu membukakan pintunya. Kyuhyun terkejut, ia lalu berdiri dengan gontai dan memeluk gadis itu erat.

“Aku tahu, aku tahu kau akan membukakannya untukku.” Bisik Kyuhyun lalu terdiam.

Yubin tidak membalas pelukan itu. Pikirannya masih mengingat kejadian menyakitkan itu, bayang-bayang Kyuhyun dan Eunji yang selalu bersamapun tidak dapat hilang begitu saja dari pikirannya.

Oppa.” Panggil Yubin.

Oppa!” Ulangnya lagi tapi tak mendapat sahutan dari pria itu.

Tiba-tiba tubuh Kyuhyun melemas, Yubin membulatkan matanya saat sadar bahwa pria itu pingsan. Dengan susah payah ia membawa pria itu ke sofa dan membaringkannya dengan hati-hati.

Setelah menutup pintu apartenya, ia pun mulai bergegas menyalakan penghangat ruangan dan selimut tebal dari kamarnya. Suhu tubuh Kyuhyun sangat dingin, dan itu karena dirinya yang membiarkan pria itu menunggu di luar selama satu jam. Yubin sadar, tapi ia juga tidak ingin menyalahkan dirinya.

Kyuhyunlah yang salah dan dengan bodohnya, pria itu tidak memperdulikan suhu dingin diluar apartenya. Entah sudah berapa kali ia mengumpat, mengatai mantan kekasihnya itu bodoh. Tapi ia akui, Kyuhyun tidak mahir mengartikan perasaan sukanya pada seseorang. Begitu pula pada Eunji atau dirinya.

“Yubin-ah, mianhae…” sahut Kyuhyun sembari membuka matanya dengan susah payah.

Yubin menatap Kyuhyun khawatir, dengan hati-hati ia mengelus kepala pria itu dengan lembut, “Beristirahatlah.” Bisiknya pelan.

Kyuhyun tersenyum tipis, ia menggapai tangan kanan Yubin dan mengenggamnya hangat. Yubin menghela nafas, ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti kemauan pria itu. Bukankah sakit adalah alasan yang pasti?

@@@@

Kangin menatap pemandangan itu dengan nanar. Rasanya ia ingin menonjok pipi pria bernama Kyuhyun itu dengan tangan kanannya yang terkenal kuat. Ia tidak tahu bagaimana ceritanya hingga Kyuhyun dapat memeluk Yubin dengan erat di depan pintu aparte gadis itu.

Bukankah ia telah memiliki seorang kekasih? Pikirnya kalang kabut. Ia menghela nafas, setelah itu ia mengangguk, kini dirinya mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Yah, bagaimana pun juga ia tidak dapat merebut hati Yubin, kecuali pria itu melakukan kesalahan lagi tentunya. Ia tersenyum kecil, kemudan berjalan meninggalkan aparte Yubin dengan hati yang lapang.

Ia berjanji akan mengancam pria itu bila sesuatu hal terjadi pada hobae kesayangannya. Kang Yubin.

@@@@

“Apakah kau merasa lelah?”

Yubin terperangah, ia membuka matanya yang berat dan menemukan Kyuhyun tengah menatapnya intens. Pria itu tersenyum penuh kemenangan, menyibakkan selimutnya dan terduduk di atas sofa.

“Sekarang pulanglah, kau pasti sudah baikan.” Ujar Yubin sambil berdiri dari duduknya. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “Aku masih pusing, kau pasti pernah merasakan hal ini ketika kau sedang demam.”

“Itu bukan urusanku.” Sahut Yubin dingin kemudian berjalan ke arah dapur.

“Yubin-ah…” panggil Kyuhyun manja, ia terduduk di sebuah kursi menghadap pada Yubin yang menatapnya dingin.

Kyuhyun mendelik,”Apa kau tidak ingin mendengar penjelasanku? Aku sudah memutuskan Eunji dan memilih kembali padamu.”

“Aku tidak ingin kembali padamu.” Ujar Yubin singkat. Ia memutar bola matanya dan bergerak menuju ruang tamu, membereskan selimut yang Kyuhyun gunakan semalam.

Jebal, dengarkan aku kali ini saja.” Pinta Kyuhyun sembari mengambil alih selimut dari tangan Yubin. Ia menaruh selimut itu di atas sofa kemudian menatap Yubin.

Yubin terperangah, Kyuhyun menatapnya begitu dalam. Dadanya kembali sesak, “Bagaimana aku ingin mendengarkanmu bila kau dengan mudahnya mendepakku dan kini mendatangiku, memintaku kembali padamu? Apa aku ini sebuah mainan yang dapat kau mainkan kapan saja? Hajima, oppa ka.”

Nafas Yubin naik turun setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun menundukkan kepalanya, merasa bersalah dengan seluruh perlakuan tak tahu malunya pada gadis itu.

Mianhaeyo… aku memang salah.”

“Kalau kau salah, lalu mengapa kau kembali? Kau pikir setelah meninggalkan Eunji kau masih bisa bersamaku? Aku tidak bodoh! Aku masih punya otak dan tak akan melakukan hal yang salah berulang kali!”

Kyuhyun terdiam, ia mulai merasa tertekan dengan perkataan gadis itu. Diraihnya tubuh gadis itu ke dalam pelukannya, “Mianhaeyo Yubin-ah. Aku yang salah, tapi aku janji tidak akan melakukannya lagi… mian, berikan aku satu kesempatan lagi. Jebal?”

Yubin memberontak, air matanya mulai mengalir, pada akhirnya ia dapat menumpahkan seluruh uneg-unegnya kepada pria itu. Seluruh kekesalannya akan tingkah Kyuhyun yang bertindak seperti orang jahat yang mempermainkan dirinya.

Mian…” bisik Kyuhyun sembari mengeratkan pelukannya. Ia mengaku salah, dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

“Aku tidak akan mengulanginya lagi… aku janji.”

@@@@

“Aku tidak suka melihatmu dengan Kangin itu, dia menyukaimu iya kan?” Tanya Kyuhyun sembari menatap Yubin kesal.

Yubin menghembuskan nafasnya pelan, “Karenamu aku telah memberikan harapan palsu kepadanya. Seharusnya kau tahu, ini salahmu.”

Kyuhyun tertawa pelan, tangan kanannya membelai rambut panjang Yubin dengan lembut, “Aku tahu, jadi kau tak menyukainya kan?”

“Aku, sebenarnya menyukainya. Hampir menyukainya sepenuh hati, dan kau hampir kehilangan diriku.” Jawab Yubin, death glare menghiasi wajahnya yang cantik itu.

“Tapi kenyataannya berbeda. Bukankah aku sudah minta maaf? Dan jangan mengumbarnya kembali. Aku merasa jijik mengetahui diriku sendiri bersikap seperti itu.” Ujar Kyuhyun membuat Yubin mendecakkan lidahnya.

Cha! Kau harus pulang, sudah sangat siang bila ingin melanjutkan pembicaraan ini.” Sindir Yubin kemudian, ia mendorong-dorong bahu Kyuhyun agar cepat meninggalkan apartenya.

Senyum Kyuhyun mendadak hilang, ia mengembungkan pipinya seperti anak kecil yang sedang ngambek, “Andwaeyo… aku ingin bersamamu. Orenmani, sudah lama aku tidak melihatmu sedekat ini.”

“Seharusnya kau sudah puas karena aku menerimamu kembali, sekarang kembalilah ke rumahmu dan beristirahatlah bersama gamemu itu.” Ungkap Yubin membuat Kyuhyun terperangah.

Saranghandago, biarkan aku di sini selama seharian penuh. Aku takut bila aku kembali tertarik pada gadis lain bila keluar dari gedung apartemu.” Goda Kyuhyun kemudian.

Yubin menatap Kyuhyun sinis, “Michin… memangnya aku peduli.”

Kyuhyun mendelik lalu meraih gadis itu ke dalam pelukannya, “Hanbonman tto sarang.”

Yubin akhirnya tersenyum kecil, “Saranghae oppa.” Bisiknya kemudian menikmati pelukan hangat Kyuhyun yang telah lama ia rindukan.

END

P.s

Actually i wanna make a 2 version ending. With Kangin or Kyuhyun. But i really bored to make a long story between them.

Then, i’m not agree with the ending of this story because i’m the typical of a girl that wouldn’t enter the same hole. Maybe i’ll refuse Kyuhyun and try to love Kangin kkk~

Ok. What about you guys? Hope that you guys never had the same thing like this story. ^^

(And i don’t know what’s going on with my words. Bit weird isn’t it? :p)

3 thoughts on “Return

  1. Xinnu-ssi! Ini aku😄 call me Yuu😄 mian baru mampir ke wp mu ~>< janji bakal sering mampir + komen😄 kkk~

    ffnya daebak ㅠㅠ well, sbnrnya ku kira akhirnya Yubin ga bakal balikkan sama Kyu😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s