Maaf… Sobat

Sahabat. Manusia biasa yang terlihat sangat ‘wah’ di mataku.

Sahabat. Orang-orang berjiwa keras, berhati lembut.

Sahabat. Manusia yang berhasil membuatku lupa akan dunia khayalku.

Sahabat. Tersangka yang berhasil membuat hatiku menangis tersedu-sedu selain kedua orang tuaku.

Sahabat. Orang-orang aneh yang selalu membuat hatiku membuncah senang.

Sahabat. Beribu kata pun tak cukup untuk menggambarkanmu.

Sahabat. Aku merindukanmu.

~~

Tertanda untuk kedua sahabatku yang hingga sekarang masih ingin bertahan dengan keegoisanku. Siti Khadijah Aswar dan Jasti Rahayu.

Mungkin kalian akan tertawa, seperti yang pernah kalian lakukan ketika melihatku galau. Namun, ini benar-benar sebuah ‘permintaan maafku’ yang terdalam atas tingkahku yang hanya datang ketika sedang bersedih.

Aku jahat, egois dan kekanak-kanakan. Maaf karena sikapku yang tak pernah lagi mendengar keluh kesah kalian dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan kesibukanku sendiri.

Aku tidak tahu, nama apa yang cocok untukku di hati kalian. Karena, kata sahabat pun tidak sesuai untuk menggambarkan kedudukanku saat ini. Maafkan aku sobat…

Aku merindukan kalian… Kawan.

4 thoughts on “Maaf… Sobat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s