Putri Kaca

Mungkin yang follow saya di Twitter sedikit bingung dan merasa frontal dengan tweets saya mengenai Putri Kaca. Bukan bersikap narsis atau alay. Namun, benar adanya bahwa saya adalah seorang Putri Kaca.

Misteri nama saya pun terpecahkan, walau pada awalnya sang Bapak tak kunjung menjawab pertanyaan yang sering saya lontarkan itu. Pertanyaannya simpel, hanya sebuah kebiasaan seorang anak kepada orangtuanya demi mencari kepuasan dan kebanggaan sendiri bila namanya berarti bagus. Yah, apalah arti sebuah nama xD
“Pak, nama Prameswari itu dari mana sih?” Tanyaku berulang kali namun hanya dijawab gelengan kepala yang tak memuaskan hati.

Misteri pun terpecahkan ketika Nenek berkunjung ke Baubau. Di suatu malam kami pun bercerita banyak, dimulai dari biografi bapak hingga hari kelahiranku yang membuat beliau tegang menunggu sang cucu kedua.

“Nenek ingat, kamu itu dipanggil Putri Kaca waktu di Rumah Sakit!” Seru Nenek dengan suara seraknya.

Saya tentu mengerutkan kening, “loh kenapa nek? Kok bisa?”

“Iya, soalnya pas di rumah sakit dari beberapa ibu yang hamil hanya kamu yang terlahir berjenis kelamin perempuan, yang lainnya laki-laki. Dokter sama suster kalau mau periksa tinggal panggil mana putri kaca? Waktunya diperiksa,” jelas Nenek membuat hati saya membuncah senang, dan masih penasaran dengan cerita selanjutnya.

“Kamu lahirnya sakit-sakitan, prematur sampai harus masuk kaca. Makanya dipanggil Putri Kaca.” Tandas Nenek membuatku puas.

Kesimpulan yang dapat saya ambil, nama Prameswari dalam nama saya berasal dari panggilan di RS tempat dilahirkannya seorang gadis ini. Meskipun begitu, saya tetap terpukau hingga memikirkan bagaimana sosok pangeran berkuda yang kan muncul di kemudian hari. Bahkan saya terdorong untuk membuat sebuah dongeng dari nama unik ini.

Jujur saja, saya tidak menyangka bahwa kisah yang biasanya hanya hadir di FTV ini memang ada di dunia nyata. Yah, walau sekarang tak begitu pantas untuk dipanggil seorang Putri dengan berbagai tingkah laku yang berbeda hampir 180 derajat.

Yah, apa ini sebuah clue untuk merubah diri tuk menjadi yang lebih baik? Menjadi gadis yang bertingkah laku seperti Putri, Putri yang sopan dan bijaksana seperti kedua orangtuanya dan meninggalkan kebiasaan berantakan yang begitu khas di mata orang.

Ah… entahlah. Sepertinya saya harus tetap fokus dengan UAN yang kan menghampiri di tahun berikutnya, keinginan untuk berkuliah hingga ke Negeri Seberang makin terpacu. Semangat! Semangat!

Goo^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s