Liburan Tiba, Fokus UAN Menunggu!

Assalamualaikum…

Kondisi sepi seperti biasa yah ^^, saya juga tidak terlalu sering memposting atau mengurusi blog ini lagi, mungkin dikarenakan sibuk mengurusi blog sebelah sih. Yah, tapi mau bagaimana lagi… dengan adanya blog sebelah saya cukup terbantu untuk belajar banyak mengenai menulis. Mulai dari susunan kalimat per-paragraf, kerapian dan beberapa hal lainnya. Walau dalam hal ini, menulis di blog sebelah lebih ditekankan pada cerita remaja yah.

Ingin sekali memposting cerpen yang masih awet di local draft, tapi ceritanya bersambung dan belum ada lanjutannya sehingga saya ragu untuk mempostingnya. Takut, tidak selesai. Seperti itulah saya, harus complete baru memulai segalanya. Oke, lama-kelamaan berbicara mengenai blog membuat saya lupa akan dasar cerita (lirik judul!!).

Besok, tepatnya 15 Juni 2013 adalah hari penerimaan rapot sebagai hasil semester genap yang baru saja jalani sejak 6 bulan yang lalu. Rasanya, sedikit gugup bercampur kecewa. Kecewa karena apa? Karena semester ini saya mengalami banyak penurunan. Saya tahu, kali ini ranking saya tidak dapat saya pertahankan. Biasanya, anak lain akan lebih maju pada semester genap daripada semester ganjil, lah saya sebaliknya. Mungkin karena faktor kebosanan yang selalu melekat di benak yah.

Seperti yang pernah saya bilang, saya orangnya tidak terlalu suka belajar formal. Seringnya akan merasa bosan bila sudah menjalani perlajaran formal selama berbulan-bulan, setelah itu yah anjlok. Keadaan ini cukup menyusahkan, dan masih dalam tahap perbaikan diri. Mungkin, saya akan merefresh otak saya dengan menggunakan liburan kali ini dengan lebih baik.

Liburan kali ini, kedua orangtua saya punya rencana untuk berkunjung ke rumah keluarga di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda. Selama hidup 16 tahun di tubuh ini, saya sudah pernah beberapa kali menginjak tanah Kal-Tim, mengingat selama 6 tahun pernah tinggal di tanah Barito dan melancarkan aksi berputar-puta ke sekitaran Kalimantan. Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur adalah tempat-tempat yang pernah saya kunjungi ketika kecil, sehingga seringnya merasa Bahasa Banjar adalah bahasa Ibu.

Mendengar kata liburan tentunya excited dong. Apalagi ke ranah Banjar! Saya sudah mempersiapkan kosakata bahasa Banjar yang sudah tidak pernah dipergunakan lagi secara langsung di hadapan orang banyak, bersiap juga untuk melanjutkan aksi traveling yang selalu saya kacaukan dengan kalimat malas menulis, tidak punya waktu! Entahlah, saya harap rencana ini akan berhasil. Apalagi dengan adanya rencana ke Banjarmasin, Insya Allah, pasalnya masih banyak hal yang perlu dipikirkan lagi untuk melanjutkan liburan ke dunia masa kecil itu.

Selain itu, karena waktu yang tidak mendukung. Malam Nisfu Sa’ban yang direncanakan oleh keluarga akan dilaksanakan di Banjarmasin, tepatnya di Masjid Raya Sabilal atau di Martapura harus dikubur dalam-dalam. Sepertinya, malam Nisfu akan saya ikuti di Samarinda. Nevermind, mungkin takdirnya di lain waktu.

Sebelum liburan ada beberapa list yang saya buat, misalnya saja seperti wisata kuliner, wisata souvenir dan beberapa hal lainnya sudah saya rencanakan matang-matang. Pokoknya, saya harus makan Nasi Pundut, Nasi Kuning Haruan Habang, juga kudapan lainnya! Tidak lupa, souvenir untuk keluarga besar mantan kelas RSBI 2, yah walau gantungan kunci masih bisa diterima kan? Hehehe…

Untuk pengunjung blog juga ada loh souvenirnya, Insya Allah saya akan suguhkan foto-foto Kota Samarinda secara gratis! >< Yah, setidaknya ada pula informasi mengenai Kota Samarinda yang akan saya korek (diusahakan ya). Jadi, bila ada yang ingin berkunjung ke Samarinda tidak sulit lagi mencari sesuatu yang khas dari tetangga Kota Balikpapan itu.

Oh yah, liburan semester dua kali ini memang harus dipergunakan dengan baik. Kata beberapa guru, liburan kali ini semacam pembalasan dendam sebelum bersusah payah mempersipkan UAN di masa mendatang bagi yang akan naik ke grade terakhir masa SMA. Ya, yang naik ke grade 12 kan saya… Agak merinding kalau ingat umur yang akan dikenakan masa wajib memiliki KTP. Setua ini kah?

Waktu memang berjalan cukup cepat, beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 11 Juni, Khadijah memberitahukan saya mengenai suatu hal penting lewat pesan singkat. Dia berkata, “… Ini tepat 2 tahun kamu tinggal di Baubau,”

Sungguh, bahkan saya tidak ingat. Ternyata begitu lamanya saya menetap di tanah ini, menjadi siswa SMA yang selama ini saya impikan sejak menduduki bangku SD. Dan beberapa bulan lagi saya akan menduduki masa Akhir SMA dan Insya Allah akan lanjut ke masa perkuliahan yang akan menentukan segalanya. Ya, segalanya karena masa perkuliahan rasanya akan lebih berat lagi.

Apa persiapan saya?

Entahlah, yang pastinya setelah liburan mendatang saya akan mulai fokus belajar seluruh materi kelas 1, 2 dan 3. Kali ini tidak boleh ada kata anjlok atau bosan. Ini salah satu penentuan juga, agar bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan mulai meraih cita dan mimpi secara bertahap. Yah, mohon doanya yah semua…

Semoga saya bisa lebih berusaha lagi, bisa bersabar dan menggunakan waktu sebaik mungkin. Seperti kata A. Fuadi dalam novel-novelnya.

Man Jadda Wa Jada

Man Shabara Zhafirah

Suajtahidu fauqa mustawa al-akhar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s