Ceritaku Mengenai Sahabat

Hari ini aku mendapatkan sebuah paket yang ditujukan dari seorang sahabat bernama Siti Khadijah. Ya, siapa lagi? Namanya cantik bukan? Bila pelajaran agama tiba, aku selalu mengingatnya -terlebih saat guru menjelaskan tentang istri Nabi Muhammad. Hehe.

Tentu aku terkejut bukan main, tapi ada perasaan aneh pula saat menerimanya. Mengingat hari kelahiran yang dua hari lagi kan tiba, aku tahu paket itu benar-benar ditujukan padaku. Rasanya speechless, nggak pernah mikir bakal kejadian kayak gini.

Sebagai sahabat tentu saja aku senang. Tetapi, di balik itu aku merasa tidak nyaman. Bukan tidak mau menerimanya, hanya saja aku merasa telah menyusahkan seseorang yang penting bagiku. Dan aku mengingat kata-kata seorang sahabatku yang lain, sahabat bernama Jasti pada awal tahun yang lalu.

Saat itu aku pernah memberikannya hadiah ulang tahun yang ku kirim lewat paket pada Khadijah -dan ia yang meneruskan kepada Jasti. Lalu, di facebook gadis itu mengucapkan terima kasih seiring berkata, “persahabatan tidak dilihat dari seberapa banyak kita memberi kepada sahabat, tetapi dilihat dari seberapa besar rasa pengertian kita satu sama lain.”

Kurang lebih seperti itu, tentu saja aku terkejut. Tetapi ku artikan kata-kata itu dengan bijak. Jasti benar, dan aku melakukan semuanya secara ikhlas tanpa ingin balasan. Ketika aku melakukannya, ada rasa puas yang muncul di hati. Aku ingin mereka tetap merasa bahwa aku di sini, masih mengingat mereka, masih mengingat hari ulang tahun mereka, juga memori manis yang pernah tercipta.

Bila diingat kembali, masa smp ku dipenuhi oleh suka-duka persahabatan. Bertemu dengan wanita-wanita manis yang menyadarkanku atas beberapa hal mengenai pertemanan dan menciptakan hari-hari aneh penuh kegilaan masa ABG.

Satu kata menggambarkan masa smpku. MENYENANGKAN!!

Lanjut ke topik. Ya, Khadijah dan Jasti adalah contoh sahabat yang tak pernah terlupakan di dalam hidupku. Tetapi, selama 3 tahun belakangan ini, hubungan kami tak bisa lagi dikatakan baik, tidak juga dikatakan buruk.

Terlebih untuk tahun ini. Menginjak kelas 12 aku dan Khadijah cukup disibukan oleh materi pelajaran, tugas, ulangan dan pengayaan. Tidak ada hari libur. Sedangkan Jasti, setelah disibukkan oleh UAN, ia pun disibukkan kembali oleh perkuliahannya. Ganbatte tomodachi!!

Hubungan kami merenggang karena terlalu sibuk. Kami jarang ngobrol bahkan sms-an. Semua kebiasaan kami sejak smp secara perlahan hilang dan itu sedikit menyebalkan. Apalagi bila aku menambahkan faktor lingkungan yang tak lagi sama. Mereka di Sulawesi Selatan dan aku sendiri di Sulawesi Tenggara. Terbentang jarak berpuluh kilometer.

Selama 3 tahun belakangan ini aku pun sadar. Banyak hal yang tak lagi sama pada diri kami. Bahkan, aku merasa akulah yang paling egois di antara mereka. Aku lebih sering menceritakan mengenai diri sendiri dibandingkan mendengar cerita mereka. Ya, sangat buruk.

Aku mengaku salah, dan semoga dapat ku perbaiki secepatnya. Saat ini aku menjadi sosok sahabat yang buta. Aku tak tahu lagi apa yang menjadi film favorit mereka, game favorit mereka bahkan pelajaran yang mereka senangi saat ini. Padahal, dulu kami sering ngobrol mengenai banyak hal yang menggambarkan mengenai diri sendiri.

Kangen…

Satu kata itu tidak cukup menggambarkan perasaanku saat ini. Aku kangen ngobrol intens bersama mereka, jalan bersama, makan bersama… lypsinc… aku pun ingin sekali merubah sikap egois ini. Ingin lebih mengerti para sahabatku.

Omong-omong, pulsaku habis. Aku tak bisa bersms-an dengan mereka karena tengah disibukkan pula oleh ulangan >< Terima kasih buat Khadijah dan Jasti. Aku tahu, walau mereka jarang online mereka pasti tetap memperhatikanku dalam diam, memikirkanku dengan segala pengertian.

Selama ini aku tetaplah yang menjadi terkecil di antara mereka. Si Nabila yang childish dan si anak sensitif yang gampang nangis. Si Nabila yang pengen punya banyak temen dan sahabat, sampai-sampai nggak pernah mikir lebih lanjut gimana sifat seseorang sebenarnya.

고마워…

Semoga, setelah kesibukan ini berakhir kita dapat bertemu lagi, memperbaiki tali persahabatan kita dengan sebaik-baiknya. Melanjutkan apa yang telah kita citakan sejak dulu ^^ salam kangen Nabila (nggak pake salam jempol aneh! :p)

Dedicated to…
Siti Khadijah & Jasti Rahayu. Let’s catch our dream! Touch the sky and fly together~~~ lalala xD

image

2 years ago... Me, Khadijah and Jasti. :")

4 thoughts on “Ceritaku Mengenai Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s