Jurnal Tersayang

Sudah lama tidak pernah meluangkan waktu untuk menulis cerita pribadi, ya, waktuku lebih banyak ku sita untuk membuat cerpen romance mengingat salah satu mimpiku ‘tuk menjadi novelis ternama. Menulis diary pun sesuai mood saja dan jujur, aku paling malas nulis pakai pulpen/pensil. Sudah kecantol sama keyboard yang lebih efektif.

Dan kini, saat moodku sedang berjaya. Sebenarnya tidak berjaya banget sih, lebih tepatnya lagi happy dapat jurnal unik dari sebuah toko woman’s stuff. Jurnal yang seringnya ku hayalkan dalam bentuk perjalanan ke sebuah negara. Dalam hayalan itu, aku akan selalu membawa jurnal, membubuhkan suatu hal unik pada kertas-kertasnya dan menyelipkan sebuah kenangan berupa foto atau benda tipis lainnya.

This is it…

image

Unik, bukan? Mungkin akan biasa saja… Namun aku sudah terlanjur jatuh cinta karena apa yang ku idamkan tercapai sudah. Rencananya (belum tentu benar hehehe), bakal aku pakai sedikit-sedikit karena nggak rela kalau habis hanya untuk cerita mengenai Baubau atau Kendari. Bila ku hitung, ada sekitar 80 lembar. Otomatis, maksimal ada 80 kota yang ku bubuhkan kenangannya dalam buku tersebut. Atau mungkin, hanya 40 kota.

Pertama-tama, aku akan menulis mengenai kota Kendari, karena aku membelinya di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu. Kedua, Baubau. Ya, waktuku tersisa ± 3 bulan untuk mengumpulkan kenangan sebelum akhirnya harus pindah untuk melanjutkan kuliah. (Aminnndoain ya;) Fikom UGM).

Sip. Beberapa hari yang akan datang aku akan memulai Pengayaan. Dan aku akan berusaha sebaik-baiknya!😀 ~sekaligus mengumpulkan kenangan-kenangan~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s