Midnight Show A la JILC

image

Kompilasi midnight. Yang motret nggak dapat bagian nih...

Waktu itu pukul 02.53 WITA.

Saat itu aku tidak tertidur seperti apa yang ku rencanakan sebelumnya. Bukan untuk menulis seperti biasa, bukan juga menonton drakor yang lagi famous. Hanya midnight show JILC Baubau dalam rangka membahas soal ujian. Hanya… walaupun hasilnya harus gigit jari. Sebelum pembahasan memang diadakan Try Out dari pukul 10 malam sampai 11 malam. Istirahat untuk sepuluh menit dan kembali membahas soal hingga pukul 2 pagi.

Mungkin, bagi yang belum merasakan yang namanya midnight show bakal mengeluh dan pesimis kalau-kalau saja di tengah pembahasan pengen tidur. Tapi, kenyataannya nggak gitu-gitu amat. Malah aku nggak bisa tidur sampai pukul 4 karena sibuk ngobrol ini-itu sama teman, ngerjain temen yang lagi tidur atau memanfaatkan wifi untuk download beberapa video (Short video Jalan-jalan Men!). Rasanya menyenangkan. Beban yang semula timbul—ketakutan menghadapi ujian—segera sirna begitu menikmati seharian full bersama kawan seperjuangan.

image

Duo yang sibuk denger musik dan Uya yang tepar

image

Enak banget bobonya Verry dan Uya... zzz~

Midnight ini mengingatkanku akan sebuah kenangan masa SMP di Sengkang beberapa tahun silam. Bukan membahas soal ujian, tapi English camp. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Bersama kakak kelas dan guru sebagai panitia, kami mengikuti kegiatan berbau English seharian. Dari sore sampai tengah malam. Kegiatannya berbentuk lomba perkelas dan hasilnya sangat membanggakan. Ya, secara…, aku juara dua lomba pidato Bahasa Inggris—padahal itu nggak ada persiapannya a.ka tiba-tiba karena awal mulanya kelas kami tidak ingin menyumbangkan perwakilan untuk lomba pidato.

Mr. Mara, guru English yang paling aku segani sempat tersenyum dan berkata, “…masih juara dua kok, harus lebih bagus lagi, ya.”

Dan aku berjanji padanya untuk menjadi yang terbaik dalam pelajaran Bahasa Inggris. Tapi janji itu harus sirna, tenggelam bersama mimpi masa SMP yang hilang bersamaan dengan perubahan yang terjadi pada diriku.

Sama halnya saat English camp waktu itu. Setelah adzan Subuh berkumandang, aku dan teman-teman bergegas ke balkon untuk menikmati gelapnya pagi. Kami mengobrol mengenai beberapa hal yang akan terjadi di masa depan, mengenang masa lalu atau bernyanyi sembari menunggu sunrise. Walaupun yang nyanyi hanya aku dan Baim—sedikit. Yang lainnya pada sibuk ngegombalin Wardiman yang nggak pernah mau kalah statementnya. Biasalah, anak pintar… IQ-nya nggak main-main juga War D’ Man ini. Hahaha…

Lagu kebangsaan kami saat ini adalah Dear Friend-nya Hivi!

Lagu yang katanya membuat beberapa teman cewek di kelas hampir nangis setelah ku buatkan slide pic dengan backsound lagu tersebut. Setelah habis bernyanyi lagu Hivi! Berlanjutlah kami menyanyikan lagu Ipang yang berjudul Sahabat Kecil. Well, cukup menyesakkan hati sembari melihat sunrise yang terhalang awan. Pagi yang menurutku sempurna bersama racauan teman, pagi yang menyenangkan meski hanya tidur selama satu jam, pagi yang ‘kan ku rindu di masa mendatang nanti dan pagi yang akan diumbar-umbar ketika kami berkumpul kembali.

Ah… tak terasa minggu depan sudah ulangan semester enam. Dua bulan lagi April akan tiba, setelah Pesta Politik selesai aku harus mengikuti kewajiban akhir sebagai siswi SMA. Melangkahkan kaki kiriku keluar secara terhormat dari sekolah, seperti yang Ibu Nahwa katakan sejak awal pertemuan kami. Ya…, tiga tahun yang benar-benar tidak terasa.

By the way, kapan ada midnight show lagi, ya? Hahaha…

image

Sweeter kegedean dan... au ah gelap -,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s