Berkah Kota Palu; #SUN2PALU

image

Kini aku percaya bahwa setiap tempat juga memiliki berkah tersendiri. Entah aku berada di tempat yang ku dambakan, atau bahkan di tempat yang tidak terlalu ku senangi. Semuanya ada berkahnya tersendiri. Berkah yang muncul di saat-saat yang tak pernah kita duga sebelumnya. Berkah yang… kadang kala hanya sebuah khayalan pengantar tidur.

Jujur saja, selama di Palu aku merasakan banyak gejolak pemberontak yang membimbing egoku ke tingkat yang lebih tinggi. Aku marah tanpa sebab kepada siapa pun, aku mengeluh tanpa berpikir panjang, aku mengurung diri sembari menangis jelajatan seperti orang yang baru kehilangan separuh jiwanya. Aku… labil. Tapi memang beginilah yang terjadi. Kesedihan karena tidak kuliah tahun ini akhirnya muncul. Kesendirian yang tiba-tiba membuatku tersiksa. Aku rindu kesibukanku yang lalu.

Masih terekam jelas bagaimana bahagianya aku di Baubau bersama #Twins12. Bagaimana semangatnya diriku memotivasi diri sendiri. Bagaimana indahnya panorama alam yang ku lihat dari Keraton bersama para traveler penjemput pagi. “Ah, betapa ku rindukan mereka,” Resahku dalam hati yang ditemani kesepian.

Apalagi ketika keberangkatanku ke Kediri ditunda sampai bulan Oktober. Makin hergejolak emosiku. Aku tidak suka membuang waktu tanpa kesibukan. Pikirku, akan lebih baiknya untuk segera memulau kursus di Kediri agar aku bisa menggapai tahap Toefl. Akan sangat rugi bila aku ke Kampung Inggris tanpa mengecap kursus Toefl. Itulah yang ku kejar-kejar. Ku obsesikan Ku obsesikan hingga aku terlupa sebuah kalimat dari sebuah buku yang kurang lebih tertulis, “Jangan terlalu mencintai sesuatu, atau kau tak akan pernah menggapainya”.

Aku takut terlalu terobsesi. Hingga pada akhirnya aku berhenti untuk terlalu terobsesi. Hidup di Palu akhirnya ku nikmati. Pelan-pelan.

Berkah akhirnya tiba. Tepat setengah jam yang lalu (udah pukul 00.08), aku baru saja pulang dari acara #SUN2PALU. Acara tersebut merupakan acara Stand Up Comedy region Kota Palu yang mengundang 3 komika yang famous; Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, dan Abdur Arsyad. Acara ini sejujurnya sudah ku tunggu-tunggu sejak pertama kali aku tiba di Kota Palu. Tapi aku tak pernah berandai untuk berada dalam gempita tawa penonton. Yang ku pikir, September aku akan menginjak Kediri dan tidak sempat menghadiri acara yang menggiurkan tersebut. Karena keberangkatan yang ditunda sebulan itu, akhirnya aku pun dibelikan tiket #SUN2PALU alih-alih menghilangkan sedikit emosi yang tercipta.

Acara tersebut sukses membuat mulutku terbatuk-batuk (ah… tenggorokanku memang sedang sakit akibat terlalu banyak minum es selama di Palu *ini jarang terjadi). Aku menikmati setiap materi yang disusun 3 komika famous+6 komika lokal. Sebelumnya, mood-ku memuncak setelah membaca satu bab Life Traveler-nya mba Windy soal kesukaannya terhadap Pagi. Aku yang juga pencinta pagi akhirnya tersadar bahwa aku lupa untuk bersyukur dan menikmati pagi di Palu. Sebulan di Palu, aku sama sekali belum mengenjot sadel untuk berkeliling–sekiranya–seperempat Kota Palu yang luasnya…. beh… kebangetan. Tiba-tiba aku ingi  gowes pagi ini. I hope so… semoga kantukku tak begitu buruk setelah ‘curcol’ di sini.

Ketika penutupan acara senyumku terkembang sempurna. Dan ketika perjalanan pulang, sembari nge-tweet, aku sadar. Ini adalah doaku yang terkabul. Aku pernah meminta untuk menonton live show Stand Up Comedy, dan kali ini telah dikabulkan. Selain itu, aku jadi teringat kala pertama kali bertemu Bang Arie saat perjalanan pulang dari Pasarwajo ke Baubau. Berkah di Pulau Buton ku sebut.

Setahun yang lalu, aku sempat mewek labil karena tidak bisa ikut nonton Stand Up Comedy-nya Bang Arie di Baubau. Dalam hati kecilku, aku meminta, ku katakan, “Semoga bisa foto dengan Bang Arie sebagai ganti tak melihatnya stand up.” Tapi doa itu hanyalah angin lewat, karena aku disibukkan dengan workshop fotografi yang mempertemukanku dengan kakak-kakak Baubaugraphy. Setelah workshop, aku dan kedua temanku ikut hunting ke luar kota. Satu hari sebelumnya aku sempat berkhayal, bila saja aku bertemu dengan Bang Arie di jalan tanpa sengaja. Dan… khayalan itu menjadi nyata.

Aku memang bertemu dengan Bang Arie!!! Plus berfoto banyak kali. (Baca, Dari Kabut, Putri Diana sampai Stand Up Comedy)

Jadi, kejadian kemarin dan setahun lalu hampir sama. Walau aku tak sempat berfoto dengan 3 komika favorit. Setidaknya, aku mendengar materi mereka yang penuh makna. Intinya, doaku terkabul. Bahkan hanya doa yang berasal dari cicitan kecil si hati. Inilah yang membuatku selalu percaya pada sesuatu yang rasanya tidak mungkin. Inilah yang membuatku tak pernah berhenti bermimpi dan tentu saja, berdoa. (Aku ngarep bisa bertemu salah satu dari 3 komika pagi ini, tapi aku berusaha untuk mengabaikan agar tidak terlalu kecewa).

Ada berkah lain yang sebenarnya ku tunggu di bulan September ini. Tapi aku tak berharap banyak. Dan berkah di tempat lain pun… mungkin sedang menunggu. Kediri? Insya Allah…😉

14.09.14

2 thoughts on “Berkah Kota Palu; #SUN2PALU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s