Ingin Beranjak, Lalu Kembali

Palu

Palu

Aku selalu ingin cepat beranjak dari Kota Palu. Rasa bosan yang tiap hari mendera, menusuk-nusuk adrenalin untuk berontak. Aku ingin cepat merantau ke tanah yang tak ku kenali, tanpa tahu bahwa ranah yang ku pijak kini sama tak kukenalnya. Ego yang makin keras membuat sifat rebel yang ku miliki makin memenuhi hasrat. Aku ingin cepat beranjak.

12 hari menuju keberangkatan. Semalam, seorang teman memberikanku sebuah referensi video travel. Indonesia Kaya Rasa. Sebuah proyek mengenai video bertema perjalanan mengarungi Nusantara. Hasrat itu makin bergejolak. Aku ingin berkelana.

Satu video. Dua video. Video selanjutnya yang tak lagi ku hitung. Semuanya sama. Aku makin ingin beranjak. Jauh dari rumah, jauh dari kampung halaman. Jauh dari segala hal yang ku kenal.
……..

Palu bukan kota yang ku kenal. Itu benar.

Kebersamaan menjelajahi Kota Palu bersama orang tercinta harusnya dapat membuang egoku jauh-jauh. Tapi, aku selalu merasa tidak puas. Ada ikatan yang tidak dapat membuatku bergerak bebas menjelajah lebih jauh. Ikatan itu benar-benar kuat hingga memberikanku mimpi buruk yang selalu tiba di kala sinar bulan masih benderang. Aku selalu tidak bisa tidur nyenyak kala malam tiba, dan bangun sedikit lebih terlambat dari peraturan jadwal yang selalu ku susun dalam otak. Semuanya terbengkalai.

Aku ingin cepat beranjak.
………

Pagi ini, malam ini, esok hari, lusa, bahkan kemarin tentu akan menjadi pengalaman yang tidak begitu saja ku lupakan. Walau dilanda mimpi buruk, kebosanan tiada tara, dan ketidakpuasan…, aku sebenarnya senang. Pada esok hari—di mana aku akan berkelana lebih jauh dari segala hal yang ku kenal, aku akan merindukan hari ini. Aku akan merindukan segala hal yang terjadi di kota ini.

Aku telah berkelana di Kota Palu.

Aku telah menjelajahi Kota Palu.

Aku berada di ranah yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya.
……..

Aku akan kembali di sini, bersama teman seperjalanan. Bersama pengalaman yang membuka mata ini lebih lebar. Tidak lagi dengan bosan. Tidak lagi dengan ego. Juga, aku akan bersama rindu yang terpenuhi.
Kala itu, aku pasti akan berbahagia. Dan lebih tahu banyak mengenai, ‘apa itu hidup’

24 September 2014, Palu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s