Minggu Baru di Pare

image

Bahasa Inggris adalah salah satu passion-ku. Kamu?

Sudah hampir seminggu aku mengikuti kegiatan belajar-mengajar di The Daffodils dan Peace. Kedua tempat tersebut populer bagi para pelajar yang haus ilmu Speaking English di Pare. Aku sendiri mengambil dua kelas di Daffodils (Speak First dan Step One), sedangkan di Peace aku mengambil satu kelas (Pronounciation 1). Lumayan menurutku. Aku, yang memang sudah memiliki basic dalam Bahasa Inggris sangat terbantu dalam berbagai kesempatan di mana aku tidak mengambil kelas basic di kedua tempat itu. Vocabularies yang ku miliki memang masih sedikit, tapi dibandingkan dengan beberapa teman di kelas, aku dikategorikan sebagai yang paling lumayan.

Untuk kelas Pronounciation sendiri aku masih sangat dasar. Tapi rata-rata yang mengambil kelas tersebut memang tidak tahu menahu soal Pronoun. Sampai akhirnya kami sekelas mulai terbiasa dengan beberapa kata, juga dengan simbol cara membaca kata berbahasa Inggris.

Lucunya, di Daffodils–dan teman-teman camp–menganggap bahwa pronounciationku sudah lumayan Inggris. Kiranya ada dua kali Tutor di kelas menyebutkan bahwa ketika aku speech, pronounnya udah lumayan baik dan mereka senang mendengarku berbicara. Aku jadi iri, aku tidak pernah mendengar suaraku ketika ngemeng English. Hanya satu sih, ketika jadi MC pada perpisahan SMP. Tapi itu pun aku tidak tahan unuk tertawa. Suaraku tidak begitu enak didengar rasanya. Mau nge-record suara pun aku malu.

Mungkin banyak yang bertanya mengapa aku mengambil kelas Speak begitu tiba di Pare. Goal-ku pun maksimal sampai TOEFL, minimal GRAMMAR. Waktu yang ku punya pun sedikit. Bayangkan, aku berencana mengambil 2 bulan untuk kelas speaking. Dan 3 bulan tersisa untuk dua program Goal. Menurutku memang tidak cukup. Tapi, akan ku pikirkan lagi matang-matang. Sebab, aku merasa masih kurang memiliki confidence untuk berbicara di depan umum. Kalau di depan badan masih shaking dan bicaranya kadang kecepatan gegara nervous. Aku ingin merubah itu.

Ya, walau di camp juga ada program meningkatkan confidence, tapi aku selalu merasa masih kurang. Teman-teman camp benar, Semakin banyak yang kita pelajari di Pare, semakin besar pula rasa kekurangan kita pada ilmu yang telah didapatkan.

Rasanya ingin tinggal selama setahun sampai benar-benar dapat IELTS. Tapi, tahun depan aku sudah berjanji pada kedua orangtuaku untuk mendaftar kuliah. Aku harus menepati itu.

Oh ya… semakin dekat dengan akhir tahun. Aku sudah punya dua pilihan jurusan serta universitas. Kali ini aku berharap tidak plin-plan lagi. Semoga apa yang ku pilih adalah yang terbaik ;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s