Datang dan Pergi

image

Langit di Candi Surowono

Selama tinggal di camp, aku merasakan sekali yang namanya bersosialisasi dengan segala macam karakter orang. Mulai dari yang childish-nya nggak ketulungan sampai orang yang wise banget karena udah mengalami banyak pengalaman. Tapi, dari semua itu, yang paling kerasan kalau ada anggota camp yang move atau balik ke tanah ibu tercinta dan kalau ada anggota camp yang baru (Yang disebut New Comer).

Sudah hampir sebulan aku tinggal di sini. Udah mengalami homesick berulang kali, tapi tetep keukeuh bertahan. Tapi homesick bukan masalah yang begitu pelik akhir-akhir ini. Yang pelik adalah cara diri beradaptasi dengan orang-orang yang memiliki beranekaragam sifat. Dulu, memang aku lebih sering ngumpul dengan sosok dewasa di camp, seperti Mom Murni atau Miss Ayu. Kemudian keduanya beranjak. Mom Murni kembali ke ranah Sulawesi, sedangkan Miss Ayu pindah ke camp lain.

Awalnya merasa sedih, takut bila tidak ada lagi nasihat atau cerita unik yang dapat ku dengar. Kemudian, aku berkenalan dengan salah satu roomate yang jarang ku temui. Miss Nurul. Ia sangat sibuk sampai kami jarang bertemu. Beberapa minggu belakangan aku merasa nyaman dengannya, kesempatan mendengar dan sharing menjadi lebih banyak tanpa pernah ku duga. Karakter Miss Nurul yang dewasa, tapi memiliki sensi humor yang tinggi membuat orang di sekelilingnya merasa nyaman dan dekat dalam waktu singkat. Sosok yang sejujurnya paling ku senangi. Aku jadi memiliki teman main yang bisa dijadikan saudara sekaligus. Oh ya, aku tidak pernah lupa dengan tawa “Khukhukhu” atau “Hihihihihi” dan banyak lagi jenis tawa yang pernah dikeluarkannya.

Dan…. baru saja ia pindah ke boarding house atau sering kita sebut, kos-kosan. Ya, alasannya karena dekat dengan tempat ia course (Elfast, red). Emang sih, hal kayak gini mesti ia lakukan bila dipertimbangkan dalam segi kesehatan. Pasalnya, Miss Nurul punya jadwal ketat yang membuatnya harus pulang-balik camp-course. Tiada hari tanpa kantung matanya yang–katanya–sampai bisa disimpenin uang. Amajinggg…

Dan ketakutan yang awalnya hilang entah ke mana kembali muncul. Aku jadi takut bila hariku di camp tanpa tawa atau humor yang garing tapi entah mengapa tetap bisa mengocok perut. Aku sendiri punya sense humor yang tidak begitu baik, apalagi untuk membuat candaan, jangan ngareplah. Orang bilang wajahku jauh dari kata lucu. Malah, mereka bilang terlalu serius, straight face.

Oh ya, latelythere were so many online newspapers said that someone fascinate by Ebola virus in Pare. Itu… bohong. Bukan Hoax, tapi udah diperiksa lebih lanjut si pasiennya dan ternyata bukan Ebola. Selamatlah orang yang malas cuci baju a.ka langganan Loundry. (Banyak hoax yang bilang kalau baju kita diloundry dan tercampur dengan baju si suspect, maka kita akan terserang virus tersebut. Bener nggak sih?). Aku salah satunya. Jadi, karena kejadian tersebut aku beralih nyuci sendiri dan berniat kembali menjadi pelanggan loundry setelah pengharum habis. Hahahahaha… nggak malas, cuma repot aja.

Heum… about the title above. Ini bukan cerita yang berkenan dengan kebiasaanku bertemu dan berpisah dengan orang karena pindah. Tapi dikarenakan kehidupan di Pare yang memaksa adanya kedua hal itu tanpa pernah diundang kehadirannya. Pertama di camp, banyak yang pulang-pergi sesuai jadwal mereka stay di sini dan kedua berkenan dengan kelas course. Perioda 10 dan 25 membuat kelas hanya memiliki jadwal dari yang singkat, 2 minggu sampai yang full banget, 6 bulan. Itu berarti, setiap bulan kita bisa memiliki lebih dari 20 teman, tergantung berapa banyak course yang diambil, dan kemudian berpisah kembali karena waktu yang super singkat.

Sekian…

Bukan sekian.

Intinya, di Pare ini setiap manusia dipaksa hidup mandiri. Setiap manusia akan memiliki banyak pengalaman unik yang bahkan tidak pernah diperkirakannya. Manusia pun akan lebih banyak tahu soal hakekat datang dan pergi, seperti apa yang terjadi di setiap periodenya. Wassalam…. salam sagu, Nabelagh~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s