Night Talk

If you stay with girls, you will talk about boys

@@@@

Malam Jum’at. Besok exam penghabisan periode 10 November. Di antara kertas-kertas speech, fabel, dan drama. Ada terselip obrolan intens mengenai masa lalu yang terlupakan. Kata mereka sharing, padahal menjadi awal-mula kegalauan lama yang kembali hadir. Aku hampir lupa, tidak, aku sudah lupa. Tapi kembali teringat kisah romantis di arena Ice Skating.

Dapatkah aku katakan romantis?

Dasar kata-kata puitis. Menulisnya membuatku kembali berjengit. Tapi mereka yang mendengar ceritaku mengatakan seperti itu. Romantis. Cute.

Aku tidak pernah berpikir akan seperti itu. Tapi aku pernah berangan, dengan artis Korea favoritku. Bukan dia, bukan orang yang tidak pernah ku bayangkan akan seperti itu. Semuanya telah terjadi. Ini hanya kisah lalu yang akan terkubur oleh memori lain, untuk kedua kalinya. Dan aku harap ia tidak muncul lagi untuk kesekian kalinya. Cukup ini yang terakhir.

Ada orang baru di ujung sana, menunggu dalam ketidakpastian. Itu aku. Ada dilema lain yang terjadi dan memori ini menjadi pemanis dalam kisah yang telah terjadi. Atau…. aku hanya berangan.

Ya… perempuan mudah salah paham. Aku pun memiliki kemungkinan besar untuk salah paham. Pikiran ngotot untuk bertahan dengan kecuekan. Sedangkan hati tidak ingin berbohong. Aku suka. Suka. Tapi… aku takut hanya hubungan bertepuk sebelah tangan. Takut berharap banyak.

Malam Jum’at.

Lebih baik menunggu kiriman yang kan datang segera.

20 November 2014

2 thoughts on “Night Talk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s