Newspaper

image

Head news menjadi tampilan utama koran itu. Kertas-kertasnya yang buram dan baunya yang khas selalu mengingatkanku akan dunia jurnalistik yang sempat ingin ku geluti. Juga bau yang mengingatkanku akan kenangan masa kecil bersama koran Banjarmasin Post dengan cerpen berseri, Si Palui. Aku adalah salah satu fans nomor sekian Si Palui, sampai aku pernah mengoleksi beberapa cerpennya dalam sebuah buku tulis. Ku potong kisahnya dan ku tempel dalam setiap kertas buku sederhana itu.

Tidak terasa, sudah beberapa tahun sejak Bapak tidak lagi berlangganan koran. Di kantornya sudah berlangganan sehingga beliau tidak lagi berlangganan di rumah. Dan sudah dua bulan lebih aku memutuskan merantau, aku tidak pernah lagi membaca koran. Bahkan menonton tv pun bisa dihitung pakai jari. Lantas, ketika aku mengunjungi keluargaku di Palu selama 10 hari, bapak menanyaiku soal-soal berita hangat yang ku jawab dengan “Tidak tahu”.

Tentu saja aku malu.

Bapak pun agak frustasi. Anaknya yang satu ini sangat-sangat tidak berwawasan setelah membodohi dirinya dengan materi Bahasa Inggris.

Akhirnya, kesempatan untuk membaca koran datang lagi. Setelah masuk ke dalam kelas Reading di Global A. Yang sejujurnya agak membosakan dan bikin ngantuk. Tapi setidaknya aku bisa memotivasi diriku untuk banyak membaca lewat Koran Jakarta Post yang menggunakan Bahasa Inggris karena setiap hari kami–aku–harus mempresentasikan artikel yang telah kami baca di koran atau internet. Aku memilih membaca lewat koran, mengesampingkan  kemudahan internet.

Rasanya tentu beda saat membaca lewat koran, dibandingkan membaca artikel lewat internet. Koran adalah media membaca yang lebih nyata, bisa disimpan dan euforianya terasa beda karena lembaran berisi berita itu dapat disentuh. Sedangkan artikel di internet adalah media baca yang tidak dapat disentuh. Istilahnya abstrak. Dan yang menjadi alasan aku jarang membaca artikel di internet adalah kesehatan mata. Aku tidak ingin berlama-lama di depan layar elektronik. Teringat, mataku minus karena keseringan membaca di handphone 2 tahun yang lalu.

Keseringan membaca koran sudah berlangsung selama seminggu, Ibu pemilik toko buku pun sepertinya sudah mencium kehadiranku setiap pagi pukul setengah delapan lewat. Koran seharga Rp 6.000 itu pun menjadi milikku–dan milik anak camp secara tidak langsung.

Berbeda dengan koran pada umumnya, kali ini aku membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk memahami isi berita yang tercantum. 30 menit untuk mencari vocabulary baru sembari membaca dengan pemahaman yang rendah, kemudian 20 menit untuk membaca ulang sembari memahami isinya dengan sempurna. Ya, walaupun tak sempurna-sempurna amat. Setidaknya ada pemahaman yang nyantol. Setidaknya nggak kudet lagi kalau ditanya ini-itu soal bapak. Setidaknya, semua isi koran menjadi lebih menarik dengan Bahasa Inggris yang digunakan. Makin banyak baca, makin banyak ilmu kan?

Tapi, line favoriteku itu ada pada bagian opini. Seru membaca perdebatan yang sedang hangat-hangatnya yang diakhiri dengan resolution yang diharapkan bijak. Opini dari orang-orang berpengalaman dengan Inggris yang sangat Wow. Kemudian, kolom sudoku juga dapat membunuh penat yang ada.

Dari semua yang ada, aku juga memiliki kemauan untuk menyetor sesuatu dalam koran itu walau kemampuan berbahasaku masih kurang. Ada Citizen Journalism, aku bisa menyetor foto-foto jurnalistik dengan sedikit info di dalamnya (jadi ingat materi BPOC). Ada pula Give your opinion in media social yang bisa ku ikuti. Maka dari itu, saat ini aku berusaha mengikuti setiap materi yang ada agar aku bisa mengirim opini untuk topik edisi berikutnya.

Aku harap kebiasaan ini akan terus berlangsung sampai aku besar nanti. Koran, walaupun saat ini media sangat sulit untuk dipercayai, masih sangat dibutuhkan dan dihargai kehadirannya sebagai sumber wawasan dunia. Dan aku ingin memiliki wawasan yang luas, that’s way, Koran itu sangat ku butuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s