Merindu Kekasih

image
Rindu ini kembali tiba. Aku ingat bagaimana tenangnya hati ini saat kedua tanganku bergerak mengikuti irama di atas keyboard laptop. Sesekali ku tengok horden, melihat keluar jendela atau hangatnya Cappuccino menjelajar sepanjang kerongkongan. Aku tahu, itu saat-saat melankolis yang seakan mengcopy bait paragraph novel picisan. Tapi aku tidak mengikuti bait novel, tidak mengcopy. Karena hanya itulah yang selalu ku lakukan di kamar saat malas belajar.

Ada puluhan karya yang bisa ku hasilkan selama sebulan, tiga bulan. Entahlah, aku tidak pernah menghitung kisah-kisah picisan di dalam file laptopku. Ada banyak, tapi yang berkualitas hanya bisa dihitung jari. Tak mengapa. Yang jelas, hari ke hari tulisanku makin berkembang karena aku selalu berlatih.

Ah… rindu sekali menghabiskan waktu dengan menulis. Mengetik huruf per huruf, kata per kata, sampai semuanya tersusun rapi dalam beberapa halaman.

Aku ingin kembali berlatih. Menulis… mengetik… menuangkan ide dalam kisah-kisah picisan yang ku sebut duniaku. Aku kangen dengan kekasihku, aku kangen menulis.

5 thoughts on “Merindu Kekasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s