Angan

image

Hampir 3 hari aku tidak menulis apa pun. Selama itu pula kerjaku hanya berbaring di tempat tidur, bermain BBM, dan bercerita bagaimana bahagianya aku mendapatkan pesan dari Ice Skating Man yang tiba-tiba muncul tanpa diundang. Jangan khawatir, pria itu sudah berhenti mengirimkanku pesan kepo hari ini. Ya, mungkin dia sadar bahwa aku bukanlah gadis yang sesuai dengan tipenya–atau ilfeel dengan balasanku. Dan mulai hari ini aku memutuskan untuk menghadapi apa yang ada di depan mata, bukan apa yang di depan angan.

Aku berpikir untuk melupakan perasaan yang muncul secara membabi-buta. Perasaan kepada siapa saja yang perhatian padaku. Kau tahu, wanita sangat suka perhatian, jadi jagalah sikap kalian–para lelaki. Seharusnya aku sadar untuk tidak berpikiran yang tidak-tidak dan kembali membangkitkan asa untuk meraih impian. Teringat video documentary masa SMA yang ku buat, aku jadi ingat keinginanku untuk belajar menjadi seorang filmmaker handal. Mimpi adalah tujuan utamaku. Harusnya ku ingat itu.

Tetapi, sebelum aku benar-benar ingin menutup perasaan ini, sebuah peristiwa menahan pergerakan tersebut. Ada yang ingin mengorek isi hatiku lebih dalam, tapi tidak dapat berbuat banyak karena tidak menemukan cara yang tepat. Hanya godaan dari sekitar yang membantunya berkembang secara perlahan, tapi pasti.

Atta.

Hari ini aku bertemu dengannya, beberapa jam yang lalu di asrama utama. Kemarin, aku juga bertemu dengannya sebanyak dua kali. Seperti biasa, anak-anak menyoraki. Memanggilku dengan namanya, memanggilnya dengan namaku. Sialnya, Poker face andalanku tidak bekerja. Aku hanya bisa menahan malu dengan menutup setengah mukaku yang mungkin saja memerah. Dan jantungku hampir berdetak tidak keruan. Ya, hampir. Tidak sepenuhnya karena aku masih bisa bersikap seadanya.

Bila ku lihat Atta yang sekarang, ya, dia cukup berbeda dengan Atta yang ku kenal dulu. Sifat kepemimpinannya muncul sejalan dengan diangkatnya dia sebagai Ketua Komite Program Asrama. Kali ini aku sangat sering melihatnya, berbeda dengan Atta yang pasif dahulu kala. Ada sedikit rasa kagum yang terselip padanya, dia berusaha terlihat sebagai sosok yang baik di hadapanku. Aku hargai itu. Sikap tenang dan pendiamnya pun mengingatkanku pada Bapak.

Aku jadi takut untuk jatuh hati padanya. Sangat takut.

Sosok Atta benar-benar mengingatkanku akan bayangan Bapak ketika bertemu Mama di Organisasi Pemuda Kalimantan beberapa puluh tahun yang lalu di Makassar. Bapak sangat pendiam dan tenang, hampir tidak pernah dilihat oleh Mama yang sangat aktif. Ya, meski Bapak juga salah satu anggota penting di organisasi. Mama yang notabene sebagai Bendahara Umum hampir tidak tahu salah satu pendiri organisasi yang menyukainya secara diam-diam. Ah… aku harap ini bukan provokasi.

Tapi, aku tidak bisa benar-benar melupakannya. Mungkin hal ini akan terbawa sampai ke alam mimpi. Entah hingga sampai kapan.

Mungkin aku harus cepat-cepat menutup hati ini sebelum semuanya terlambat. Quote “Easy Come, Easy Go” harus diperkuat karena kenyataannya memang seperti itu. Tidak ada jaminan bahwa hubunganku dengan Atta akan berjalan lama, dan aku terlalu takut akan hal itu. Maka dari itu, aku berusaha bertahan hingga waktu menuju keberangkatan tiba. Saat itulah realita akan menyadarkanku atas semua angan yang tercipta di Pare.

Ya, Pare memberikan banyak angan kepada para perantaunya. Pare memiliki mantra magis yang membuat semua orang di dalamnya mendapatkan sebuah cerita spesial–unik yang sulit dilupakan, tapi memiliki masa kedaluwarsa yang cepat. Ops! STPC-ku belum kunjung berakhir rupanya.

Akan bagaimana ke depannya? Ku serahkan semuanya kepada alam. Biarkan alam menyeleksi. Pantaskah? Atau sebaliknya?

4 thoughts on “Angan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s