Back to 90’s

image

Back to 90’s

Begitulah tema acara Stand Up Indo Makassar tahun ini yang sedang menyelenggarakan ulang tahun ketiganya. Tidak seperti SUN2PALU, kali ini aku menonton Uus, Sri, Hifdzi, Awwe, dan komika lokal Makassar yang beraksi dengan punchline, beat, dan kisah konyol mereka di atas panggung. Cukup luwes, meski di akhir acara aku lelah untuk tertawa dan tidak fokus mendengarkan materi.

Aku bersyukur, Alan, teman SMA-ku mengirim sebuah poster di grup alumni Line mengenai acara tersebut. Tanpa pikir dua kali aku segera meminta tiket reseller yang dijualnya. Hitung-hitung mengisi waktu bosan yang ku lewati sepanjang hari di Makassar.

Pukul 03.00 siang aku dan Alan pun berangkat ke Hotel Sahid Makassar, tempat acara dilaksanakan. Selama 30 menit kami menunggu acara di mulai. Tepat pukul 04.00 terdengarlah sebuah suara kemayu pria yang tak lain bernama Ruru, seorang mc yang sangat ‘kacau’. Gayanya selalu mengingatkanku akan trending topic seantereo Makassar mengenai, ayah.

Oke, Ruru memang kemayu. Tapi mari lupakan MC konyol itu.

Penampilan pertama hingga kesekiannya dibawakan oleh komika Makassar, yang hingga kini tidak ku ketahui namanya. Kemudian beberapa game, battle antara komika anak tahun 90an dan anak 2000an, dan rap comedy. Mengesankan, mengingatkanku akan #SUN2PALU.

Selama 15 menit ada break untuk Sholat Maghrib dan acara utama pun dimulai. Komika nasional pertama ada Sri–yang seperti biasa menyelipkan modus untuk para pria kesepian dan kisah banyolnya mengenai pete’-pete’ di Makassar. Dilanjutkan dengan Hifdzi yang beberapa kali lupa materi, tapi bisa dikuasainya dengan membuat kelupaan itu sebagai materi. Yang ketiga, Uus. Manusia entah alien ini membawa materi absurd yang tidak begitu ku perhatikan karena telinga swasta yang ku miliki bekerja tidak maksimal. Dan terakhir Awwe. Kata Alan, Awwe sempat membawakan materi percobaan mengenai indomart.

Sebagai komika amatir–ehm–, Alan tahu benar yang mana materi percobaan dan materi matang. Seperti sudah pro menentukan nada lagu.

Sayangnya, aku tidak begitu puas dengan acara kali ini karena beberapa materi sudah pernah ku dengar. Entah di televisi mau pun Youtube. Beberapa juga sudah bisa ku tebak, akan dibawa ke mana materi mereka. Selain itu, kebanyakan materi melenceng dari tema 90’s. Tidak seperti #SUN2PALU, kali ini aku tidak tertawa hingga perut sakit.

Oh ya, kekhawatiranku akan #Makassartidakaman juga mengambil andil besar dalam ketidakfokusanku akan mendengarkan materi. Pasalnya, waktu sudah mendengungkan alarm untuk tidak pulang larut. Apalagi rumah Alan dan rumahku cukup jauh, dari ujung ke ujung. Plus, aku kehilangan 20 ribu untuk membayar acara Meet and Greet yang sayangnya tidak dilaksanakan. Huffttt….

Bila saja Makassar aman seperti dahulu kala, mungkin aku tidak perlu merasa takut.

Tetapi, akan bodohnya diriku bila tidak mengucap syukur. Bagaimana pun hasil acara yang ku datangi, dia tetaplah moodboaster yang menyiramku dari panasnya padang savana di siang hari. Lumayan untuk mencuci otak yang terkontaminasi akan kebosanan.

image

Uus

image

Hifdzi

image

Awwe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s