Berkelana

image

Pagi ini alunan melodius musik akustik mengusik sebuah memori lama yang terpendam di antara sesaknya tumpukan cache memori. Alunan melodi yang sama halnya seperti instrumental The Trees and The Wild yang kadang membangkitkan semangat, merubah pagiku lebih positif dari sebelumnya.

Hari ini aku punya motivasi baru. Seperti kata Akbar semalam, aku punya teman di sini–meski harus membagi diri menjadi dua bagian. Yang satu Nabila, yang satu Prames. Ah, entahlah. Anak itu sudah mengajariku yang tidak-tidak.

The Lost Packer, sebuah video traveling yang sering ku tonton membuka ingatan lama perjalanan pertamaku ke Yogyakarta menggunakan kereta dari Stasiun Kediri. Perjalanan yang tidak pernah ku elu-elukan. Perjalanan yang penuh harapan. Perjalanan yang selalu ku damba. Perjalanan yang memberikanku rasa pertama kali dalam menaiki gerbong berjalan. Omong-omong, di Makassar nggak ada kereta, jadi maklum kalau melihat orang ndeso yang senyam-senyum nggak jelas di atas kereta–yang asalnya dari Timur Indonesia. Mungkin saja yang kamu lihat adalah aku.

Perjalanan itu sudah berlalu 5 bulan yang lalu. Kala pertama kali aku menginjakkan kaki di ranah Jawa.

Bukan tempat pariwisata yang ingin ku ceritakan padamu, tapi mengenai pemandangan yang ku lihat di atas kereta. Ya, walaupun pemandangannya kala jauh dengan yang ada di Makassar, tetapi rasa kagum tetap tercipta kala pemandangan yang ku lihat terus berjalan. Di atas kereta, aku mengingat sebuah video yang pernah Dayat berikan padaku mengenai film documentary kakaknya yang mendaki Gunung Rinjani. Film yang membuatku menangis, saking inginnya mendaki gunung.

Dalam film tersebut, ada satu scene di atas kereta. Para grup pendaki sedang bercanda tawa, ngobrol bersama, makan bersama, beberapa lainnya tertidur–mengumpulkan energi sebelum mendaki. Rasa hangat yang tercipta membuatku iri. Kapan ya?

Senyumku tak pernah pudar kala mengingat video itu, mencocokkan perasaan hangat yang tercipta. Walaupun tidak memiliki teman seperti teman kakakknya Dayat, aku tetap merasa senang. Gerakan kereta yang tidak pernah berhenti karena macet membuat hatiku selalu berbuncah, aku dalam perjalanan!

Entah mengapa aku begitu mencintai perjalanan. Bukan karena tempat tujuan perjalanan yang selalu ku rindukan, melainkan perjalanannya. Terlebih, apabila, dalam perjalanan itu aku tidak sendiri. Memoriku akan sangat senang menerima kenangan yang ada, tidak ada tempat yang tidak kosong untuk mereka.

Perjalanan, bagiku, selalu memberikan cerita unik dengan pemandangan-pemandangan penggugah hati. Perjalanan juga selalu memberikan imajinasi, ide untuk menulis atau sebagai otak utama dalam menciptakan sesuatu. Maka dari itu, aku akan selalu berbahagia bila berada dalam sebuah perjalanan. Kesabaranku akan sangat tinggi kala itu. Di mana orang-orang mengeluh karena tidak sabar, aku malah menginginkan perjalanan yang lebih lama lagi.

Mengenai perjalanan, aku ingat sebuah quote, Yang paling diingat dalam sebuah kesuksesan adalah perjalanannya, bukan kesuksesannya.

Benar, kan?

Yang orang sukses elu-elukan pasti perjalanannya. Tentang perjalanan mereka dari titik nol hingga mencapai titik tertinggi dalam hidup mereka. Bukan tentang berapa lama kesuksesan mereka bertahan. Sama halnya seperti menulis novel, penulis akan menceritakan kisah dari titik nol seorang karakter hingga titik puncaknya. Yang diingat ya alur cerita, perjalanannya.

Aku sadar, faktor yang membuat emosiku sangat labil akhir-akhir ini adalah kerinduanku akan perjalanan. Mungkin memang sudah takdirnya cita-citaku berkaitan dengan perjalanan. Aku akan menghabiskan waktu hidupku dengan berkelana. Beranjak dari satu tempat ke satu tempat lainnya. Sudah takdirnya, karena sejak di kandungan mama aku pun sudah berkelana.

Semoga apa yang ku butuhkan juga berkelana.

Aku ingin menaklukkan dunia. Menonton Aurora di Kutub. Berkeliling seperti Ibnu Batutah. Berlayar seperti Colombus. Berpergian seperti Tin-tin. Berpikir seperti Sherlock. Hahahaha…😀

5 thoughts on “Berkelana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s