Kebahagiaan

>Supernova, saya mulai malas pergi melayat
>Saya sedih melihat orang-orang berdukacita
>akan sesuatu yang seharusnya membahagiakan.

–Supernova, Halaman 123 Keping 9 Bab Cinta Tidak Butuh Tau–

Kutipan itu saya baca lamat-lamat, sulit untuk saya pahami. Lelah, saya lewati kutipan itu dan membaca halaman selanjutnya.

Kini, hari ini, saya teringat kembali akan kutipan tersebut. Saya tercenung setelah mendapat kabar duka bahwa Adik Sepupu saya yang baru lahir tanggal 13 Maret kemarin meninggal. Ahmad Dzaky Azzahran. Adik dari Dzalikhah Azzuhrah yang telah meninggal setahun yang lalu. Sebuah kabar yang membuat rasa sedih saya kembali tiba. Mencuat tanpa tanda.

Saya ingat, setahun lalu saya tidak sempat melihat Alika di Makassar dan menangis tersedu di Baubau. Padahal, esoknya saya Ujian Nasional hari pertama. Beberapa bulan yang lalu pun saya baru sadar bahwa saya belum ridha atas kehilangan Alika. Kemudian, saya mencoba berdamai. Kali ini duka itu kembali tiba, adik Alika pula yang berpulang.

Bukan mengenai ikhlas dan tidak ikhlas lagi. Saya terpikirkan kutipan Supernova. Memang seharusnya saya tidak boleh menangis dan saya lakukan itu, tapi beberapa menit kemudian saya tidak tahan. Tangisan kedua orangtuanya membuat hati saya mencelos. Apakah ini kebahagiaan yang sesungguhnya? Saat kita terpikirkan akan dunia dan akhirat.

Di jalan menuju rumah duka yang diisi sesenggukan keluarga, saya berpikir apakah kematian. Otak saya merangkai kalimat, Kematian adalah hal yang mengajarkan manusia akan dunia dan akhirat. Kematian adalah pembelajaran. Sebuah kebahagiaan karena kita mengingat-Nya dan juga mengingat dunia–apa yang harus kita lakukan hari ini dan hari esok. Manusia jadi lebih banyak bersyukur akan umur yang diberikan-Nya.

Saya masih tidak tahu benar sesungguhnya. Ini pemahaman saya yang belum terasah, masih dangkal.

Tapi saya ingat, Allah mencintai kedua orangtuanya, mencintai keluarga saya. Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini dalam keluarga saya dan saya rasa itulah tanda cinta dari Allah SWT.

Semoga kami semua diberikan Kekuatan, Kesabaran, dan Keikhlasan. Aamiin yaa rabbal alamin…

4 thoughts on “Kebahagiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s