Keep Walking!

image

Keren!

Akibat menonton anime berjudul Sket Dance, yang menampilkan latar sekolah, saya jadi kangen dengan keadaan sekolah beserta isi-isinya. Setelah puas menikmati lagu yang dinyanyikan Bossun dalam Festival Musik sekolahnya*spoiler salah satu episode*, saya pun menggerakkan pada file foto SMA. Di sana, saya menemukan satu file mengenai trip kecil-kecilan kala liburan.

image

Video dokumenter ala Uya

24 Januari 2013. Tanggal yang tercetak pada diary saya, yang isinya bercerita mengenai kejadian yang saya alami pada trip tersebut.

image

Jadi, kala itu sedang liburan Maulid Nabi. Saya dan teman-teman pun mengisi waktu liburan dengan berkeliling setengah Kota Baubau, meski awalnya rencana kami hanya ingin menikmati Jagung Bakar di ruko milik teman kami bernama Asty yang letaknya tidak begitu jauh dari Pantai Nirwana (cukup jauh dari pusat Kota Baubau).

Siang-siang bolong, kami sampai di ruko Asty setelah merelakan diri tenggelam dalam amisnya Pasar (namanya lupa euy!) untuk membeli perlengkapan memasak jagung. Tetapi, karena belum musim Jagung, akhirnya kami tidak membeli apa-apa. Sunggu apes. Apalagi ruko Asty jauh dari ekspetasi kami. Ternyata ruko tersebut belum jadi. Sama sekali! Nah, sayang beribu sayang kalau kami langsung pulang tanpa melakukan apa-apa.

Tanpa memiliki ide lain, kami pun beranjak ke lantai dua yang berupa seperti lapangan tanpa dinding. Pemandangan cantik kami dapatkan di bawah teriknya matahari. Dari sana kami bisa melihat laut biru yang mempesona. Beberapa pulau seberang pun terlihat jelas di mata, ada yang terserang hujan, ada pula yang cerah. Puas melihat pemandangan, saya, Hikmah, Nisa, Selly, Ifa, dan Asty berpuas diri untuk selfie. Bergaya seperti model tanpa alas kaki. Sedangkan, laki-lakinya hanya tertidur di sisi yang rindang. Menikmati angin sepoi-sepoi.

image

image

Sedang asyik berfoto, Ifa berteriak pada kami untuk melihat ke arah laut. Di sana seperti ada badai. Angin pun bertiup cukup kencang. Mentari yang awalnya menyengat tiba-tiba tertutup oleh kawanan awan. Suasana mencekam. Dari kejauhan kami bisa melihat hujan sedang berarak menuju Pulau Buton. Kami pun tambah semangat untuk dipotret. (Saat itu kami menggunakan kamera DSLR Selly–atau Asty–saya masih menggunakan kamera poket).

image

image

Hujan pun tiba dengan derasnya. Kami berlindung ke lantai dasar. Kebetulan, keluarga Asty juga datang berkunjung dan membelikan kami minuman bersoda dan jagung putih rebus. Sembari berfoto-foto, kami menikmati kudapan itu. Ruko Asty cukup epik untuk dijadikan studio alam.

image

image

Uya, fotografer kami :p

image

Hujan pun reda. Matahari kembali bersinar terik. Hanya hujan lewat yang tiba. Kami pun membuat rencana untuk beranjak ke Pantai Nirwana. Tidak perlu waktu lama, kami sampai di sana hanya untuk duduk di atas jok motor sembari menikmati jagung putih rebus yang dijajakan oleh para ibu-ibu penjual. Wardiman, salah satu teman kami, merasa kecewa karena perjalanan hari itu tidak memiliki tujuan pasti. Dia memilih tinggal di Pantai Nirwana, tidur siang di atas bale-bale ketika kami ingin melanjutkan perjalanan ke Daerah Gedung Walikota.

image

Pantai Nirwana

image

Pemandangan menanjak

image

image

Pemandangan dari Kantor Walikota Baubau

Kami memiliki rasa bersalah, tapi mentari kala itu memaksa kami untuk melanjutkan perjalanan. Motor-motor kami menanjaki jalanan aspal yang tinggi, menikmati perjalanan tanpa tujuan yang disuguhi oleh pemandangan indah Kota Baubau. Rasanya bebas. Jiwa muda kami berkoar. Tidak punya tujuan, yang penting terus berjalan.

image

image

Selama lebih dari satu jam kami berkeliling Kota Baubau menggunakan motor, saling berboncengan. Dan akhirnya kami kembali ke rumah masing-masing kala sore menyapa.

Perjalanan yang singkat. Di sanalah saya meyakinkan diri untuk terus berjalan. Meski tidak punya tujuan. Yang jelas saya memiliki teman yang dapat berbagi suka duka. Banyak hal yang terjadi selama perjalanan. Kami saling menunggu satu sama lain bila ada yang tertinggal jauh. Tertawa bersama meski ada masalah yang terjadi. Saling melempar lelucon di motor, menendang-nendang kaki teman di samping. Berhenti di puncak jalan hanya untuk melihat teman kami bersusah payah menarik gas motor mereka. Banyak…. kenangan yang terjadi.

30 menit yang indah untuk bernostalgia. Saya pun mengirim beberapa foto untuk dipublikasikan dalam blog ini. Kadang, saya merasa sedih karena merasa sendiri di rumah. Teman-teman sudah tersebar, berkuliah, bekerja atau sedang belajar merakit mesin pesawat. Kami masih sering mengobrol, tiap malam, lewat aplikasi LINE. Kebanyakan saya berdiam, membaca kisah mereka yang tidak bisa saya balas. Kisah kami sudah berbeda satu sama lain. Kebanyakan bercerita mengenai dunia Universitas. Saya tidak bisa membalas apa-apa karena tidak tahu ingin berkata apa mengenai universitas.

Bowo–sahabat saya yang udah kayak sodara–juga mengakui hal itu. Kebetulan hanya saya dan Bowo yang belum melanjutkan pendidikan kami ke jenjang universitas. Dia bahkan sempat kecewa dan jengkel. Tapi mau diapa. Semua manusia punya fasenya masing-masing. Cerita yang berbeda satu sama lain. Saya bilang sama Bowo untuk memahami hal itu karena begitulah keadaan yang ditawarkan. Bila nanti saya sudah berkuliah, saya katakan pada Bowo, mungkin saya akan bercerita hal yang sama seperti mereka. Tapi bila sudah tidak bisa ditanggapi, saya memintanya untuk menegur.

Lucu. Tiga tahun yang lalu saya merasa waktu berjalan begitu lambat, sekarang saya sadar bahwa waktu benar-benar berarak tanpa ampun. Laju sekali.

image

Foto ini juga diambil Uya di Ruko Asty!

N.B
Ternyata, selain di laptop, saya juga masih menyimpan file fotonya di dalam kartu memori hape. Tidak perlu sulit ngirim dari laptop lagi hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s