Next Page of My Life

Jadi, dalam postingan ini saya punya dua kabar. Katakan saja dua-duanya kabar baik walau tidak baik-baik amat. Nah, kabar pertama saya nggak lolos SBMPTN lagi dan saya juga tidak mendaftar di ISI karena jurusan yang saya inginkan quotanya sudah terpenuhi. Kabar kedua, saya membuat blog baru yang diusahakan lebih rapi lagi dari blog ini.

Seharusnya kabar buruk, ya. Hehehe.

Tetapi, dalam blog baru saya kali ini akan ada banyak pembaharuan. Ada makna yang terkandung di dalamnya seperti nama websitenya http://nextpageofirames.wordpress.com/ yang berarti halaman selanjutnya dari kehidupan saya. Kemudian, di blog baru saya juga menggunakan nama yang lain.

N. Irameswari. Nama itu adalah campuran beberapa huruf dari nama lengkap saya. Dengan ada nama ini saya juga menaruh harapan agar saya bisa secepatnya menegaskan diri untuk menyusun jadwal penulisan sebuah karya yang bisa dibukukan sebelum waktu-waktu sibuk saya kelak. *sok sibuk*

Oh ya, mengenai kegagalan kedua saya di ajang SBMPTN. Bisa dibilang kejadian ini cukup menyayat hati dan perasaan saya campur aduk hingga beberapa hari. Dan syukurnya saya bisa bangkit lagi dengan harapan baru. Selama keterpurukan, saya selalu mengingat kata-kata seseorang, “Habiskan kegagalanmu di masa muda“. Ingatan saya juga membawa saya ke dalam cerita-cerita manusia hebat yang dulunya juga mengalami banyak kegagalan.

Ya, saya pikir kegagalan tidak ada salahnya. Pokoknya saya bersyukur karena gagal! Kegagalan kan bisa membuat diri manusia lebih kuat lagi. Dan saya memang harus menjadi manusia kuat, yang tahan benturan dari segala sisi. Jadi, setelah bangkit lagi saya menghabiskan waktu dengan tertawa.

Mengenai kuliah ya… eum… tentu saja saya masih memiliki janji dengan kedua orangtua saya untuk berkuliah tahun ini. Tebak, akan di mana saya mendaftar!?

Intinya saya berbelok ke arah yang sangat berbeda. Berbeda da da da…

Silahkan unfollow blog ini dan follow lah blog saya baru πŸ˜€

Masih Kecil

Bukan mencari gara-gara, tetapi hanya memastikan. Dan kepastian itu memberikan saya satu jawaban telak. Tidak.

Pelaku yang membuat satu buah permen karet melekat di otak saya, telah saya temui sejak beberapa minggu yang lalu. Saya belum membayar janji saya, tetapi saya hanya ingin memastikan apakah saya benar-benar menyukainya atau tidak. Jawaban saya pada saat itu hanya satu kata. Tidak.

Kemudian, kami berjumpa lagi. Perasaan saya lebih rileks dari biasanya. Pikiran saya lebih positif sehingga rasa takut dikecewakan tiada lagi dalam benak. Saya pikir sudah saatnya saya melihat yang lebih realistis, hubungan yang sempat saya dambakan tidak akan memberikan saya manfaat berarti. Tidak ada simbiosis mutualisme, yang berarti saya tidak perlu bersusah-payah mencurahkan benak dan hati saya pada hal itu.

Dan… terjadi lagi. Meski kali ini bukan tangan saya yang digenggamnya erat. Hanya usapan pada puncak kepala. Ya, hal kecil itu. Pada saat yang sama otak saya segera bertindak rasional. Saya tidak perlu bawa perasaan akan kelakuannya. Ion-ion positif dalam sel otak saya segera merespon.

Mungkin karena ia senang dengan saya yang sudah dianggapnya sebagai saudara.

Karena setelah itu kami masih saling melihat, berbincang. Dia berkata bahwa diri saya adalah sebuah potret seorang anak kecil. Keras kepala. Kekanak-kanakan.

Oh. Mungkin saya tidak lebih seorang adik baginya. Adik kecil yang keras kepala dan aneh. Karena, ya, dirinya memang benar. Saya masih kecil.

Rosemary

Tema: Charmspeak
(Charmspeak adalah kekuatan yang dimiliki anak Dewi Aphrodite, Piper, yang disebutkan dalam Seri Percy Jackson)

Rosemary. Namanya cukup singkat. Ayahnya memberinya nama indah itu sebab Ibunya tergila-gila dengan film barat ketika dirinya masih di dalam kandungan. Dan hanya nama itu yang ada dipikiran mereka. Rosemary. Seperti nama bahan makanan–dan memang. Ros, kami memanggilnya seperti itu, kadang jengah ketika guru-guru mengabsen nama kami karena ketika namanya dipanggil, pronounce namanya menjadi sangat aneh.

Rosemari. Dengan bunyi huruf E dan I yang sangat jelas. Oh sungguh, jangan salahkan nenek moyang orang Timur Indonesia yang sulit membedakan dua jenis bunyi huruf E. Bunyi E versi lembut dan E versi jelas tidak ada dalam kamus pronounce kami. Hanya E biasa dengan bunyi yang jelas dan tegas seperti menyebut kata ‘Ember’.

Continue reading

Tentang Athirah

image

Pemberian Kak Bay

Athirah.

Ya, Athirah. Judul sebuah buku yang berasal dari nama seorang wanita Bone yang telah melahirkan seorang anak yang kini menjadi Wakil Presiden RI kita. Pak Jusuf Kalla atau biasa lebih dikenal sebagai JK. Hiruk-pikuk namanya makin terdengar begitu Riri Riza dan Mira Lesmana bekerja sama, kembali, membuat film yang terinspirasi dari novel buatan Alberthiene Endah tersebut. Apalagi yang paling ribut adalah orang Sengkang dimana beberapa latar filmnya diambil di sana.

Continue reading

Sekilas Kota Solo

image

Tepat tanggal 10 Juni kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Kota Solo ditengah perbincangan mengenai pernikahan anak Presiden RI yang berlangsung di kota tersebut. Saya dan teman kos saya, Teteh Pipit, Mba Anggun, dan Retno bergegas ke Stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 10.30 untuk membeli tiket. Jarak Kota Solo dan Yogyakarta hanya mencakup waktu satu jam lebih tiga puluh detik menggunakan kereta.
image

Continue reading

image

I’ve been spending my time to do nothing lately dan imaji saya benar-benar buntu. Menghilangkan mood untuk menulis. Saya pun lebih banyak mencurahkan waktu untuk bermain game, membaca buku sedikit-sedikit, dan membantu kakak mempersiapkan pernikahannya–seperti membungkus souvenir pernikahan atau menempel tag nama di undangan. Oh ya, 3 hari setelah SBMPTN saya segera berangkat ke Makassar demi acara Meppetuada atau mengantar uang naik kakak. Sayang demi sayang, saya tidak bisa mengikuti UTUL atau UM UGM.

Ya sudahlah ya. Saya sempat galau, sih. Namun, saya ingatkan kembali diri saya bahwa masih ada banyak tempat yang mau menampung saya kelak. Rencananya saya juga ingin mempersiapkan beberapa berkas di Makassar untuk mendaftar di ISI. Don’t judge the place. Saya pun belum tahu, akankah rencana itu terealisasi atau tidak. Melihat kesibukan di rumah, saya menahan diri hingga keadaan sedikit tenang.

Continue reading

Mari Kita Lihat!

Sesungguhnya ada banyak hal yang terjadi pada kehidupan saya setelah kejenuhan yang saya posting beberapa waktu lalu itu. Tuhan memiliki rencana sendiri kepada makhluknya, seperti saya yang kurang sabaran dan cepat merangut. Selepas kejenuhan itu, kehidupan saya berubah keesokan harinya. Ya, tepat keesokannya. Dan seterusnya.

Saya akhirnya menghabiskan banyak waktu untuk bercanda gurau dan berkumpul dengan teman-teman kelas bimbel–yang awalnya membuat saya minder karena faktor U dan teman kosan yang tidak pernah lelah berkumpul tiap malam di kamar saya. Proses sosialisasi yang kadang menyenangkan, juga menyebalkan ketika saya butuh waktu sendiri untuk belajar. Tapi itulah konsikuennya. Saya akhirnya butuh kesabaran ekstra untuk tidak bersikap kurang ajar dengan mengusir mereka dari kamar saya. Mengharuskan saya belajar intens di setiap waktu sempit yang ada–yang biasanya saya isi untuk beristirahat.

Dan terima kasih kepada teman kosan saya yang membuat saya terjaga hingga pukul 03.00 dini hari hanya untuk menemaninya belajar. Saya tidak pernah suka belajar hingga larut malam dan mengisi waktu belajar lebih pagi dari biasanya, tetapi karena faktor ‘tidak enak’ saya pun rela memutar ulang waktu belajar yang keefektifannya dipertanyakan. Saya tidak bisa deskripsikan rasa kesal juga senang yang saya dapati dari mereka. Yang berarti saya juga tidak bisa deskripsikan bagaimana hasil tes saya kemarin di Yogya.

Continue reading

Jenuh Lagi

Saya rindu menggenggam kamera sembari tersenyum kecil melihat orang-orang di sekitar saya menikmati hari mereka. Saya rindu tertawa melihat kenakalan dan kejailan teman saya di setiap kesempatan. Saya rindu langkah kecil kaki saya yang membawa diri ini ke segala tempat yang saya yakini mempunyai relasi kuat dengan takdir saya. Saya merindu, karena jenuh.

Mungkin inilah salah satu hal yang menyebalkan yang harus saya jalani dan membuat saya harus merelakan waktu-waktu mengasyikkan selama saya hidup. Saya belajar segala hal dari Nol, seperti kembali menjadi anak SMA yang kerjanya di kamar menatap buku dan memaksa otak memahami pelajaran yang membosankan untuk diketahui. Bukan berarti saya menyerah, saya hanya jenuh.

Selama dua minggu lebih, saya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar kosan. Kadang saya juga bercengkrama dengan teman satu kos dan bertahan meditasi tawa hingga larut malam. Namun, jujur, meditasi tawa itu tidak sepenuhnya membebaskan saya dalam belenggu sangkar kosan. Saya lebih senang ke luar sangkar, seperti burung yang terbang bebas di lapisan Troposfer. Maka, tidak jarang saya menghirup udara dengan penuh dan mencoba puas dalam setiap ‘pelarian’. Saya menikmati waktu di luar lebih dibandingkan waktu di dalam tembok beton yang membatasi pergerakan mata melihat hal-hal unik.

Continue reading

Apalah Apalah…

Semalam saya membuat puisi atau apalah itu dengan hati membara, sebab keseharian saya diusik oleh beberapa pria yang secara tidak langsung memperlihatkan sikap perhatian mereka kepada saya. Perhatian yang kadang berlebihan hingga saya berbisik pada hati, sungguh naifnya. Bukan berarti saya membenci hal itu, tetapi saat ini saya tidak memiliki waktu untuk membalas perhatian mereka. Dan saya bukan tipe orang yang to the point untuk berkata jujur dan kejam. Sehingga saya tidak sampai hati untuk menolak atau mencuekkan hal tersebut.

Kemarin saya benar-benar pusing kepayang. Teringat sebuah kata-kata kejam sahabat saya, “Kamu memang tipe cewek yang bikin cowok jones!” dan “Kamu terlalu baper! Jangan-jangan mereka cuma bosan kali!“. Dua kalimat itu saya dapatkan dari Bang Wan dan Mas Bowo. Sahabat saya, Wardiman bukan sahabat :p.

Continue reading

Complicated Heart

Karena cinta adalah hal semu
Tanya akannya tak diindahkan benakku
Meski aku tak pernah menolakmu
Atau melukaimu dengan pedang kalimatku

Tapi aku tak ingin kamu atau cintamu

Maka jangan jual cintamu padaku
Meski aku selalu mengunjungi bagianmu
Karena bukan berarti cintamu menarik untukku

Kungkungan ini tidak mampu ditembus cintamu
Bukan berarti kungkungan terlalu menahanku
Dia hanya benda mati yang tidak bisa merayu sepertimu
Tapi kekuatannya menembus akal sehatku

Kamu boleh berkata gila karena kungkunganku melebihi indahnya cintamu
Tapi kamu tidak tahu batas cintamu padaku
Dan kungkunganku tahu batas pekerjaannya, tidak sepertimu
Maka aku hanya memilih yang pasti, kungkunganku

Note: Be aware with me. Keep your gap and I’m watching ’till you are tired. Doesn’t mean that I’m cruel or whatever do you want to called but I choose the best choice for myself. Oh ya… I’m selfish. But I did it for the best of us because no one knows Who I am and Who you are. (I feel it is not the great time to have a relationship because I have another thing to do and my heart hasn’t ready to know it well). Sorry… doesn’t mean but all of things which happen to me lately messed my day up. I want to be focus, so just leave me for a while until I’m ready for the big thing you called relationship.

Sink in the river of dream better than sink in the river of love. It is one of my favorite sentence, You know what I mean, right?

For: Every ‘men’ who are being interested of me.

Hellow… I’m just a little weird boyish girl. You should look for the another beautiful smart girl. And I’m crazy beacuse I just gonna think about Dreams *0* selfish type.

Hell yeah I’m not Baper Bowooooo!!! *ups I mention your name my morosely brother lols.